PK Sejahtera

Sunday, 16 February 2014

Anggota TNI: "Bodoh Sekali Mempertanyakan Atribut Relawan. Yang Dibutuhkan Bantuan!"

TNI dan Relawan PKS bercengkrama akrab di sela-sela membantu korban Kelud (16/2/2014)

Diceritakan oleh Chandra, ketika berdiskusi dengan Andi (nama samaran) relawan banjir dari TNI Brigif Zeni Cijantung di lokasi bencana banjir Tebet, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Bodoh saja elit elit itu memperdebatkan atribut. Setiap bencana yang dibutuhkan adalah pertolongan cepat dan tanggap. Ini negeri rawan bencana, dibutuhkan skema Relawan semesta, kita semua harus siap jadi relawan.

Atribut sebagai tanda bahwa jika terjadi kekeliruan evakuasi bisa dievalusi, dan ada penanggung jawabnya. Saya lihat standar relawan PKS sudah sesuai dengan standar relawan nasional seperti basarnas atau BNPB.

Jika dengan atribut relawan, maka identifikasi relawan dan korban akan cepat bisa dipisahkan di daerah bencana. Korban bisa langsung identifikasi kepada siapa minta bantuan, itu salah satu tanda dan fungsi atribut.

Yang dibutuhkan korban bencana adalah reaksi cepat bantuan. Anda bayangkan jika seluruh parpol membuat pasukan relawan seperti PKS, maka jumlah korban yang banyak dan daerah yang luas akan lebih cepat ditangani. Relawan dari ormas dan parpol sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah, TNI dan Polri. Jadi kalau masih ada elite yang mempermasalahkan atribut, berarti dia tidak punya jiwa relawan sama sekali dan tidak paham bahwa negeri ini rawan bencana."

“Saya bersama pasukan Zeni sering diturunkan di semua jenis bencana, yang saya temukan tim relawan adalah dari TNI/Polri, Basarnas, BNPB, dan PKS. Dan tidak bisa kami pungkiri, di daerah bencana kami sering bekerjasama dengan PKS."

Salut untuk Relawan PKS !!
http://www.pkspiyungan.org/2014/02/anggota-tni-bodoh-sekali-mempertanyakan.html

Sunday, 9 February 2014

Anis Matta: Saatnya PKS Mengusung Capres



PADANG – Presiden PKS, Anis Matta melempar guyonan soal tiga nama yang telah ditetapkan majelis syuro partai bernomor urut 3 itu sebagai calon presiden (capres), di pemilu presiden 2014 nanti. Dia pun merujuk soal ketentuan Allah soal perjalanan hidup umat manusia, yang telah tertulis di lauhul mahfuzh.

“Kita sengaja melempar tiga nama ke publik, siapa tahu salah satunya cocok dengan apa yang telah tertulis di lauhul mahfuzh,” kata Anis Matta disambut tawa peserta dialog rombongan DPP PKS dengan awak redaksi Riau Pos Grup (RPG) Divre Padang (Padang Ekspres, POSMETRO Padang, PadangTV, padangtoday.com, Rakyat Sumbar) di Graha Pena, Rabu (5/2).

Anis Matta datang didampingi Taufik Ridho (Sekjen), Khairul Anwar (ketua Wilda Sumatera DPP PKS), Syaurium (musrif Wilda Sumbar), Trinda Farhan Satria (ketua DPW PKS Sumbar), Masrizal Munaf (pengurus wilda Sumatera PKS) dan lainnya.

Dalam dialog santai yang dipandu Pemred Padang Ekspres, Nasrian Bahzein itu, juga hadir awak redaksi RPG Divre Padang seperti Twoefly (Pimpinan Perusahaan Padang Ekspres), Heri Sugiarto dan Revdi Iwan Syahputra (Wapemred), Romi Delfiano (Redpel), Al Imran (Wapemred POSMETRO), Noval Wiska (Asmen Produksi Padang TV) dan awak redaksi lainnya.

Walau melemparnya secara guyon, Anis Matta memastikan, tiga nama yang telah ditetapkan 99 anggota majelis syuro PKS itu (Anis Matta, Hidayat Nur Wahid dan Ahmad Heryawan-red), lahir melalui cara-cara yang terukur dan terencana yakni melalui mekanisme pemilu raya (pemira) yang pemilihnya adalah seluruh kader.

“Siapa yang akan diusung nanti, tergantung hasil uji publik yang tengah dijalani ketiga tokoh itu sekarang, selain juga bergantung pada perjuangan caleg di pemilu legislatif 9 April nanti,” tegas Anis.

Apakah PKS mampu menembus perolehan suara parliamentary threshold (PT) sebesar 20 persen, sebagai syarat bisa mengajukan kandidat capres sendiri? Anis tampak bersikap lebih realistis. Menurutnya, PKS berdasarkan survei berbagai lembaga, masih berada di kelompok papan tengah.

“Survei terakhir kita pada awal Januari lalu, posisi PKS turun ke peringkat lima. Tapi, antara nomor 3 dan 4, elektabilitas berada pada jarak margin error. Begitu juga dengan dua nomor (6 dan 7-red) yang ada di bawahnya. Sementara, angka pemilih yang belum menentukan pilihannya masih cukup besar. Kita optimistis bisa mencapai target 3 besar sebagaimana dicanangkan dulu,” tegas Sekjen PKS selama 15 tahun itu.

Pengalaman PKS di pilkada, terangnya, tingkat elektabilitas itu masih bisa naik sampai angka 4-5 persen di dua minggu terakir jelang pencoblosan. “Ini yang terus kita kejar sekarang. Seluruh kader bergerak bersama tiga capres yang ditetapkan ini,” terang pria kelahiran Bone, Sulsel itu.

Terkait judicial review yang diajukan Yusril Ihza Mahendra, Anis memprediksi, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nanti, antara pemilu legislatif dan presiden, tetap dalam waktu berbeda. Tak serentak sebagaimana vonis MK terhadap gugatan Efendi Gazali cs yang akan dilaksanakan pada 2019 nanti.

“Ini perkiraan saya saja. Tapi, syarat PT menjadi tidak ada lagi sebagaimana gugatan Yusril Ihza Mahendra. Dengan begitu, saya memperkirakan, akan ada 12 calon presiden nantinya,” terangnya.

“PKS akan tetap mengusung salah satu dari tiga nama itu sebagai capres nanti. Kita telah sangat berpengalaman mendukung pencapresan di pemilu setelah era reformasi. Karenanya, kini lah saatnya jadi partai pengusung,” tambahnya dengan nada optimistis.

Tagline PKS

Selain bicara pencapresan, Anis Matta juga memastikan, PKS tidak akan mengubah azaz Islam sebagai platform partai. Penggunaan kata “cinta, kerja, harmoni” di periode kepemimpinannya, tak lebih dari perwujudan dari nilai-nilai “jujur, peduli dan bersih” yang jadi tagline di periode sebelumnya.

“Sejarah mencatat, masuknya Islam ke Indonesia tanpa pertumpahan darah. Dengan latar belakang itu lah, kita akhirnya menetapkan ‘cinta, kerja, harmoni’ sebagai core valuepartai ini ke depannya. Mudah-mudahan bisa ketemu dengan nilai-nilai yang diyakini rakyat Indonesia,” terangnya.

Selain itu, terangnya, tagline baru ini diharapkan bisa jadi identitas ke-Indonesia-an PKS. “Ada kesan selama ini, DNA-nya PKS itu bukan dari Indonesia. Tapi dari negeri Arab sana. Dengan ‘cinta, kerja, harmoni’ maka ini akan meneguhkan bahwa PKS itu DNA-nya itu adalah Indonesia asli,” harap pria yang begitu dilantik jadi presiden partai, langsung mencanangkan pertobatan nasional itu. [posmetropadang/pkspadang]

Friday, 7 February 2014

Wow, PKS Didukung ICMI

Pemilu 2009 masih menyisakan banyak cerita indah. Semangat direct selling masih terasa hingga 2014. Yang membedakan adalah status penulis. Tahun 2009, dengan semangat mahasiswa -penulis dan teman-teman berkeliliing Kota Makassar memperkenalkan partai dakwah dengan nomor 8. Perasaan “bangga” terselip mengenakan jaket hitam dengan tulisan “Lokomotif Ummat” yang dibagikan oleh Bapak Presiden PKS -  Anis Matta, yang saat itu dicalonkan menjadi Aleg DPR RI dapil 1 Sulawesi Selatan.

Saat ini, Pemilu 2014 tetap semangat melayani masyarakat  meski status berubah menjadi ibu rumah tangga. Perut buncit dengan usia kehamilan 20 pekan lebih tak menyurutkan semangat penulis untuk memenangkan dakwah di Kota Parepare. Yah, saat ini penulis diberi amanah menjadi salah seorang caleg perempuan di Kota Parepare,Sulawesi Selatan.

Usia 26 tahun. Sebuah episode kehidupan yang begitu berharga tuk diambil maknanya. Yang semula mengenalkan qiyadah kepada masyarakat, sekarang harus menenteng kartu nama dan kalender bergambar diri sendiri. Amanah. Meski terkadang berat, namun jika diberikan -sebagai muslim- kita tidak boleh menolaknya.

Suatu hari penulis jalan bersama tim pemenangan (hehe, timnya adikku sendiri). Matahari tepat diatas kepala kami, tak menyurutkan langkah kami berdua tuk memasang spanduk disebuah rumah kerabat. Berbekal tali, gunting, dan spanduk yang sebelumnya telah dipasangkan bambu di sisi kanan kirinya.

Ada beberapa orang yang lewat saat itu, dan singgah sebentar melihat kami. Diantara mereka mungkin  ada  yang iseng mencocokkan gambar wajah yang dispanduk dengan sosok perempuan hamil yang memasang spanduk saat itu. Raut wajahnya seakan berkata kemana tim suksesnya caleg ini, sampai dia sendiri yang harus memasang spanduknya? Apa susahnya membayar orang lain tuk mengerjakan pekerjaan tersebut? Daripada capek bercucuran keringat..hamil pula!! Hehehe..

Pernah juga ketika direct selling, seorang warga bertanya, “Berapa duit yang PKS siapkan untuk pemilihnya?”. Ketika kami menjelaskan bahwa PKS tidak membagi-bagikan uang, warga tersebut langsung tertawa sambil berkata “Aiii…caleg PKS anggota ICMI”.

Kami juga tertawa, dan menanyakan maksud anggota ICMI. Ternyata yang dimaksudkan warga dengan ICMI bukan Ikatan Cendikiawan Muslim, tetapi Ikatan Caleg Miskin. Yaah, kami semua tertawa dan membenarkan candaan warga tersebut.

Inilah realita kami di PKS. Caleg tidak selamanya berasal dari kalangan yang berduit saja. Ketika caleg tersebut dianggap mampu mengemban amanah jamaah dan bersedia diberikan amanah, kenapa tidak? Dari tukang sol sepatu hingga pengusaha kaya raya, semua memiliki derajat yang sama di mata Allah. Bukankah yang membedakan kadar ketaqwaannya?

Penulis yakin, ada banyak caleg muda PKS yang mempunyai nasib serupa dengan penulis. Kalau warga mengistilahkan “caleg miskin”. Secara financial mungkin ia. Dana yang kita miliki belum sebanyak dana para caleg partai lain. Namun sekecil apapun kontribusi kita, tak akan pernah luput dari pencatatan Allah swt. Ridho dengan keputusan jama'ah tuk memasukkan nama kita saja, insya Allah sudah bernilai kebaikan di mata Allah.

So…caleg PKS yang merasa anggota ICMI (Ikatan Caleg Miskin), hehe.. jangan berkecil hati yak! Teruslah bekerja..masyarakat Indonesia masih merindukan karya nyata kita. Allahu Akbar!!

___
*Penulis: A.Tien Asmara Palintan, S.Psi
Caleg PKS Dapil 3 Bacukiki-Bacukiki Barat
Kota Parepare – Sulawesi Selatan

Pemilu 2014, PKS Targetkan Kemenangan di 6 Provinsi

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap bertarung dalam Pemilu 2014. Partai dakwah ini menargetkan kemenangan di enam provinsi dalam ajang pesta demokrasi 5 tahunan tersebut.

Hal itu dikatakan Presiden PKS Anis Matta di hadapan ribuan kader PKS se-Sumatera Utara pada Selasa (04/02/2014) malam.

“Target kita di Sumatera Utara adalah juara satu. PKS Sumut ini adalah PKS juara, mudah-mudahan menang bersama lima daerah lain yang juga ditargetkan masuk satu besar. Lima daerah tesebut adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Maluku Utara,” tegas Anis dalam orasinya.

Dalam orasi yang menggebu itu, Anis juga mengingatkan kader-kadernya agar serius dalam mengerjakan setiap pekerjaan dari mulai hal yang terkecil sampai terbesar.

Anis menegaskan kemenangan itu datang dari kemantapan hati, lalu mantap melangkah melakukan upaya kemenangan.

“Jadi kalau nanti ada di antara kader yang memasang bendera, membagikan stiker, dan dirrect selling. Jangan menganggap itu semua pekerjaan kecil, tapi itu semua adalah satu pekerjaan yang terhubung dalam satu rangkaian kerja besar membangun kembali peradaban ini,” ujar Anis memberi semangat para kader. (kabarpks)
http://www.pkspiyungan.org/2014/02/pemilu-2014-pks-targetkan-kemenangan-di.html

Monday, 3 February 2014

Tokoh Tionghoa Masuk Sarangnya PKS

"Ma, aku mau ke sarangnya PKS nich," dengan gemetar Mas Tubagus Svarajati pamit ke Istrinya untuk hadiri diskusi PKS Semarang.  (Kutipan Dialog Kebangsaan yang membuat hadirin tergelak tertawa)

Senin, 3 Februari 2014 mulai Jam 19.30, DPD PKS Kota Semarang menyelenggarakan Seri Dialog Kebangsaan bersama Tokoh-Tokoh Masyarakat di Kota Semarang. Acara bertempat di Aula Ki Ageng Pandanaran Markaz Dakwah (Kantor) DPD PKS Kota Semarang Jl Pusponjolo Timur Raya 33. Berdekatan dengan Perayaan Imlek, Seri I Dialog Kebangsaan ini mengundang Nara Sumber dari Tokoh-Tokoh Tionghoa di Kota Semarang. Diantaranya adalah :

1. Tubagus P. Svarajati (Budayawan, Wartawan/Fotografer, Penulis Buku "Pecinan Semarang")
2. Maksum Pinarto (Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia-PITI, Kota Semarang)
3. DR. Nelwan (Ahli Drainase, Komunitas Tji Lam Tjay)

Dihadiri oleh lebih 40 Kader dan Pengurus DPD PKS Kota Semarang, suasana Dialog berlangsung "gayeng" dan penuh keakraban.

Dalam Sambutannya, Ketua DPD PKS Kota Semarang Agung Budi Margono, ST. MT, menyampaikan pentingnya dialog dan komunikasi antar elemen bangsa sebagai prasyarat menuju kehidupan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.

Dan Dialog ini selain saling mengenal karakteristik antar elemen bangsa juga memperkuat sinergi agar bangsa ini menjadi lebih kuat. Mengingatkan Pesan Presiden PKS Anis Matta bahwa semua kita adalah ber-DNA Indonesia, maka wajib untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa Indonesia ini.

"Komunikasi yang intens antar sesama anak bangsa akan semakin menemukan irisan persamaan, dan jangan memandang stereotipe (prasangka)", demikian ungkapan dari Mas Tubagus Svarajati. Kemudian Pak Haji Maksum Pinarto memandang positif langkah dakwah PKS yang semakin terbuka kepada banyak elemen bangsa termasuk warga Tionghoa, menjadikan dakwah islam bisa diterima di semua golongan.

Aspirasi juga disampaikan oleh DR Nelwan agar PKS memberikan perhatian terhadap beberapa persoalan diskriminasi yang saat ini kadang masih dialami oleh warga Tionghoa seperti masalah hak-hak pendidikan dan pengurusan ke-imigrasian. Beliau juga berharap agar PKS suatu saat dapat memimpin Indonesia dan memberikan perhatian yang besar pula kepada warga Tionghoa.

Akhir sesi Dialog Kebangsaan, kepada Nara Sumber dari DPD PKS Kota Semarang memberikan Cinderamata dan pigura berisi tulisan harapan terhadap PKS Kota Semarang. Semoga Persahabatan ini terus terjaga dan memberikan efek yang nyata bagi pembangunan bangsa. Selamat Datang ke Sarangnya PKS, Penuh dengan Cinta yang Bersemi.
http://www.pkspiyungan.org/2014/02/tokoh-tionghoa-masuk-sarangnya-pks.html

Anis Matta: Prajurit Akan Memberikan yang Terbaik

Jakarta – Akhirnya Anis Matta menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon presiden (capres) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal itu disampaikannya usai konferensi pers hasil Musyawarah XI Majelis Syuro (MS) PKS, Sabtu (1/2), di DPP PKS, Jakarta.

Sebelum Musyawarah XI Majelis Syuro mengumumkan keputusannya, Anis sempat mengatakan bahwa dirinya lebih senang jika MS PKS memutuskan kader lain sebagai capres. “Saya fokus di pemenangan pemilu saja. Kalau saya jadi capres juga, berarti tugas saya bertambah berat. Selain mengurus pemenangan partai, juga harus kampanye sebagai capres,” kata Anis.

Namun pendapat presiden PKS itu berubah setelah MS PKS mengumumkan hasil musyawarahnya. Nama Anis masuk sebagai salah satu kandidat yang didorong PKS untuk menjadi capres. Menanggapi itu , Anis mengaku patuh pada keputusan partai.

“Bagi saya pribadi, ini berat. Saya percaya bahwa saya bukanlah yang terbaik di antara mereka. Tapi ini adalah amanah. Kami di PKS punya tradisi keprajuritan. Jadi kalau dikasih amanah, tidak boleh menolak. Harus memikulnya sampai kita membuktikan mampu atau tidak,” jelas Anis.

Ketika keputusan sudah diambil, menurut Anis, tidak ada kata mundur. Pria kelahiran Makasar 45 tahun tahun lalu ini juga juga menyatakan akan mengerahkan kemampuan terbaiknya. Hal ini sebagai bagian dari rasa optimisnya.

“Saya akan memikul amahan ini dengan segenap kemampuan saya. Saya optimis akan memberikan yang terbaik melalui kerja keras. Jadi, saya bukan yang terbaik, tapi saya akan memberikan yang terbaik,” pungkas Anis.

Seperti diketahui publik, Musyawarah XI MS PKS memutuskan tiga hal. Pertama, menetapkan Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, dan Ahmad Heryawan sebagai kandidat capres dari PKS. Kedua, akan dilakukan uji publik kepada masing-masing kandidat. Terakhir, Lembaga Penyiapan dan Penokohan Kader (LPPK) PKS ditugaskan untuk membentuk tim pendamping bagi masing-masing kandidat capres. (DLS/MFS)
http://www.pkspiyungan.org/2014/02/anis-matta-prajurit-akan-memberikan.html

Capres PKS 2014

PKS Resmi Tetapkan Kandidat Capres RI http://www.islamedia.web.id/2014/02/pks-resmi-tetapkan-kandidat-capres-ri.html

Saturday, 1 February 2014

Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap Melayani(AYKTM)

Assalamu'alaikum Sobat. met pagi. saatnya perbaiki diri tuk lbh baik lagi.
Mutiara Hati

"APA Yang Kau Cari...??? "


Sudah di gunung, pantai kau rindukan
Tiba di pantai, gunung yang kau inginkan
Saat kemarau, kau tanya kapan hujan
Diberi hujan, kemarau kau tanyakan

Sudah tenang di rumah, pengin pergi
Begitu pergi, kau ingin ke rumah kembali
Sudah dapat ketenangan, keramaian kau cari
Keramaian kau temukan, ketenangan kau rindui

Apa yang sebenarnya yang kau cari?
Belum berkeluarga mncari istri/suami
Sudah berkeluarga, ngeluh anak belum diberi
Dapat anak, ngeluh lagi kurang rejeki
………………………….
Ternyata sesuatu tampak indah karena belum kita miliki

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan?
Kalau yang belum ada selalu kita pikirkan..
Sedang Yang sudah diberi Allah kita abaikan?
Bukankah telah banyak yang kau dapatkan?

Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR
Karena kesyukuran akan membuatmu subur

��Mungkinkah selembar daun bisa menutup bumi
Sedang kau tak bisa menutup telapak tangan sendiri
Tetapi saat selembar daun kecil menempel di mata
Maka bumi yang luas seperti tertutup semua

Begitu juga bila hatimu ditutupi keburukan
Seolah-olah yang tak cocok denganmu selalu kejelekan
Seluruh bumi seolah tak ada kebaikan
Padahal letaknya cuma hatimu yang ketutupan

Jangan tutup matamu dengan daun kecil
Jangan tutup hatimu dengan kotoran secuil
Syukuri nikmat Allah, meski kelihatan mungil
Terus istiqomah dengan sunnah maka kelak kau berhasil

Bila buruk hatimu, buruk pula akhlaqmu
Bila tertutup hatimu, tertutuplah segala sesuatu
Syukurilah semua apa yang ada padamu
Dari situ engkau memuliakan dirimu

Belajarlah..".selamat beraktivitas akhi semua."

Musyawarah XI PKS: Target 3 Besar dan Usung Capres Sendiri

Musyawarah XI PKS: Target 3 Besar dan Usung Capres Sendiri http://www.pkspiyungan.org/2014/02/musyawarah-xi-pks-target-3-besar-dan.html