PK Sejahtera

Friday, 31 January 2014

Anis Matta: Jangan Masukkan Jabatan Ke Dalam Hati Sabtu, 01 Februari 2014


Anis Matta berkali-kali mengajak kader dan relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk tidak memasukkan jabatan ke dalam hati. Ajakan ini disampaikan dibeberapa kegiatan, salah satunya seperti pada apel siaga PKS DKI Jakarta, Sabtu (25/1), di Lapangan Banteng, Jakarta.

“Karena itu, sejak saya menjadi presiden (PKS –red), langkah pertama yang saya ambil adalah meninggalkan jabatan sebagai wakil ketua DPR. Ini untuk menunjukkan kepada seluruh kader PKS, bahwa jabatan itu insya Allah tidak pernah masuk ke dalam hati kita,” kata Anis.

Jabatan, menurut Anis, berbeda dengan kontribusi. Jabatan itu jumlahnya terbatas. Sedangkan kontribusi tidak terbatas. Maka setiap kader idealnya punya kontribusi, meski tanpa jabatan.

Jabatan memberi kekuasaan. Tapi kekuasaan tidak ada artinya bila tidak digunakan untuk kebaikan. Maka kekuasaan harus digunakan untuk menjalankan peritah Sang Maha Kuasa.

“Kita datang dan pergi kepada kekuasaan. Kita tidak mengejarnya. Sebab kita sadar bahwa kekuasaan hanyalah alat yang kita pakai untuk beribadah kepada Allah,” tambah Anis.

Anis, yang lahir di Makasar pada 45 tahun lalu, juga menyampaikan optimismenya menghadapi pemilu 2014. Prahara yang menimpa PKS relatif sudah bisa dikendalikan dampaknya. Ini membuat kader dan relawan PKS sudah bisa fokus pada pemenangan pemilu.

“Kita sudah melewati turbulensi selama setahun ini. Hari ini kita menyaksikan suatu tanda kemenangan. Matahari menyinari kita. Insya Allah, kita akan mencapai tujuan dan mendarat seperti yang telah kita rencanakan bersama,” Anis mengamsalkan perjalanan PKS seperti pesawat terbang.

Apel siaga yang bertema “Indonesia Punya Kita Semua” ini berlangsung sekitar dua jam. Acara ini bertujuan menyemangati kader dan relawan PKS agar meningkatkan kontribusi di masyarakat. Acara ini juga dihadiri oleh  Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid, Anggota DPR RI FPKS Adang Daradjatun, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana, Ketua DPW PKS Jakarta Selamat Nurdin. (DLS/MFS)

http://www.anismatta.net/2014/01/30/memberi-kontribusi-bukan-mengejar-posisi/

Ketangguhan Dibalik Perempuan PKS Berpolitik



mbak Yul
Secara psikologis, perempuan dikenal dengan sosok yang lemah lembut. Ada yang bilang, perempuan itu lebih cocok di rumah saja, mengurus anak dan rumah. Berkecimpung di ranah publik ataupun politik sama halnya mengabaikan urusan domestik, yang dapat berujung pada keretakan rumah tangga. Ehm, apakah anda sependapat? Sepertinya, anda akan berfikir ulang usai membaca cerita saya berikut;

Kemarin (Jum’at, 31 Januari 2014) saya bersyukur bisa hadir di sebuah forum kewanitaan yang diadakan DPD PKS Bidang Kewanitaan Kabupaten Kediri. Pasalnya, hadir seorang politisi perempuan PKS bernama Yulyani, sosok perempuan asal Bengkulu yang kini hendak melenggangkan kiprahnya dalam panggung pemilu tingkat DPD RI tahun 2014-2019. Dengan HATI Jatim Berani, demikian jargon yang beliau usung.

Keberanian memang harus dimiliki seorang politisi. Bukan hanya laki-laki tapi juga perempuan yang malah lebih dominan mengandalkan perasaan ketimbang logika. Berani mengambil kebijakan untuk kemaslahatan masyarakat, berani berbaur dengan keragaman serta berani mengatakan tidak pada korupsi.

Dari cara bertutur, mbak Yul (panggilan akrab) termasuk perempuan yang sangat tegas, suaranya lantang, enerjik, murah senyum, dan penuh semangat. Capacity building beliau tidak diragukan lagi, terbukti dari  rekam jejak kepemimpian Mbak Yul di berbagai organisasi baik internal maupun eksternal partai sejak tahun 1988. Berbagai penghargaan pun kerap ia raih diantaranya; Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Terbaik Jawa Timur 2006, Women of the year 2006 (Bidang Politik)Citra Mandiri Indonesia, Kartini Tangguh Surabaya Radar Surabaya, Golder Leader Asia Pasific Taiwan 2010, International Visitor Leader Program USA 2010.

Bukan hanya bidang politik, sebagai seorang pengusaha, mbak Yul berhasil menyabet sederet penghargaan bisnis seperti The Best Marketing and Performance Indonesia Exotica Singapura, Delegation from Indonesia in 6th Forum for Businesswoman in Islamic Countries Bahrain, Career Women In Development Golden Award, dan masih banyak lagi.

Fantastis bukan? masihkah ada yang beranggapan bahwa perempuan tidak cocok memberikan kontribusi untuk bangsanya melalui parlemen? Lantas, bagaimana beliau membangun biduk rumah tangga dengan terbatasnya waktu untuk keluarga? 

Bahagia itu Banyak Memberi dan Terus Belajar

Di sela-sela acara kemarin, beliau juga menceritakan bagaimana suka dan dukanya menjadi perempuan yang kesehariaannya habis untuk urusan publik. Naluri seorang ibu, pasti akan dibenturkan dengan kondisi internal rumah. Saat anak sakit, cucian menumpuk, belum beres-beres rumah dan masih banyak lagi urusan domestik lainnya.

Menurut Mbak Yul, kunci sukses bagi perempuan yang sibuk di ranah publik adalah manajemen waktu, pintar mengelola waktu, pendelegasian, memanfaatkan quality time bersama keluarga, dan terus melakukan komunikasi dengan baik.

Satu hal yang membuat mbak Yul semangat untuk terus berkiprah di ranah politik adalah ingin memberikan kontribusi sebanyak- banyaknya untuk masyarakat Indonesia. Ia sangat yakin, giving is the best communication. Dengan banyak memberi, ia dan keluarga akan bahagia.

Bagi seorang perempuan, tentu hal ini tidaklah mudah, ibarat mengembara dalam hutan belantara, politisi perempuan memang harus cukup power untuk menjaga diri dari ancaman binatang buas atau jebakan pemburu liar. Power inilah yang dibangun melalui proses belajar panjang dan butuh waktu puluhan tahun. Tidak bisa instan. Hal ini juga dibuktikan mbak Yul, bagaimana ia belajar keras dari para pakar dan ahli di bidangnya untuk memecahkan satu persoalan atau menentukan suatu kebijakan baru.

Jika dalam RUU Pemilu telah disahkan bahwa partai politik benar-benar mengakomodasi kuota 30% calon legislatif bagi kader perempuan. Maka, ini menjadi peluang besar bagi para perempuan untuk untuk berkiprah dan membangun bangsa melalui dunia politik. Namun, lagi-lagi yang menjadi pertanyaan adalah sudah siapkah perempuan dari partai tersebut mengembara di hutan belantara tanpa bekal memadai?

Sepertinya, para calon anggota legislatif perempuan bisa belajar dari pergulatan mbak Yulyani sebagai politisi perempuan PKS, bagaimana menjadi Istri Shaliha dan Politis Bersih.  Ingin tahu lebih banyak tentang Mbak Yul, bisa mampir ke sini http://www.yulyani.net/.


*by Nurul Habeeba (Blogger)
Kader PKS Dapil VI Kabupaten Kediri, Jatim

Ambrol Kena Longsor, Relawan PKS Kudus Bangun Jembatan Darurat


Desa Rahtawu adalah desa yang berada di ujung Utara Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus yang terdapat di pegunungan Muria. Desa yang sepekan ini menjadi buah bibir karena bencana longsor yang menelan korban sebanyak 12 orang dan karena banyaknya korban yang meninggal menjadi bencana nasional.
Hal ini membuat keprihatinan DPC PKS Gebog untuk turut ikut meringankan beban warga disana.

Jumat 31/1/14 pukul 08.00 Kota Kudus yang masih di guyur hujan, meskipun hujan deras sejak subuh  tak menyurutkan 20 Kader DPC PKS Gebog  yang berduyung duyung  menuju Desa Rahtawu. Hampir  7 Km  jarak  yang  ditempuh untuk mencapai titik lokasi dari Sekretariat DPC Gebog. Tak hanya membawa badan, mereka juga membawa 1 paket bantuan untuk para korban tanah longsor di Desa Rahtawu.

Menurut Koordinator Aksi  jumat pagi ini yang sekaligus ketua DPC PKS Gebog Kudus, Ruston Harahap menjelaskan, “Niat kami sudah jauh-jauh hari untuk dapat meluangkan waktu dan tenaga membantu saudara kita yang tertimpa musibah. Mumpung hari libur, kader  bisa lebih banyak yang ikut ketimbang hari biasanya, Paket Bantuan Ini adalah untuk yang ke 4 kalinya semenjak terjadinya longsor sepekan yang lalu, apalagi kader kami banyak yang bermukim disini”.

Lanjut Ruston mengatakan, “Hari ini kami  khususkan di Dukuh Wetan Kali Desa Rahtawu membantu warga membuka akses jalan yang tertimbun longsor, habis sholat jumat tadi kami bersama warga membangun Jembatan darurat yang hampir sepekan warga Wetan Kali  terisolir. Sebelumnya DPC  sudah membuka posko kesehatan Gratis di SMP yang sekaligus sebagai tempat pengungsian warga Rahtawu dan hari sebelumnya kami turut membantu TNI mencari korban longsor yang masih belum ditemukan  dan alhamdulillah saat kami terjun hari itu juga  korban terakhir di temukan”.

Sumbangan berupa 10 dus mie, 3 sak berisi pakaian pantas pakai dan 1 Sak besar berisi penuh selimut langsung diserahkan kepada Sukarwan tokoh masyarakat yang juga anggota BPD Desa Rahtawu,  “Kami sangat senang dan terima kasih kepada para relawan PKS yang telah membantu warga Rahtawu baik bahan makanan, pakaian maupun dengan tenaga”.

Beliau juga memohon kepada seluruh warga yang tertimpa musibah untuk bersabar dan tegar menghadapi musibah ini. Terakhir beliau mendoakan agar PKS mendapat barokah.
http://www.pkspiyungan.org/2014/02/pasca-longsor-relawan-pks-kudus-bangun.html

[video] Talk Show "3 CAPRES PKS" di Indosiar


Tadi malam, Kamis (30/1/2014), stasiun tv Indosiar menayangkan acara Talk Show INTERUPSI yang menampilkan 3 Kandidat Capres dari PKS; Hidayat Nurwahid, Anis Matta dan Ahmad Heryawan.

Tampilnya tokoh-tokoh PKS ini mendapat apresiasi yang luar biasa, baik penonton di studio, dan juga terutama di social media.
Berikut tayangan videonya:

LINK: http://www.youtube.com/watch?v=ZSI52GblQDA

Wednesday, 29 January 2014

Saksikan Talk Show 3 Kandidat Capres PKS di Indosiar Nanti Malam

SAKSIKAN Talk Show Interupsi bersama Kandidat Capres PKS: Hidayat Nurwahid, Anis Matta & Aher, malam ini (Kamis 30/1) pukul 22.00 WIB (dimajukan dari rencana sebelumnya jam 23.00) di Indosiar.


*Info dari Mardani Ali Sera, Humas DPP PKS
http://www.pkspiyungan.org/2014/01/saksikan-talk-show-3-kandidat-capres.html

Sunday, 26 January 2014

Anis Matta: Pilihlah Pemimpin yang Bisa Mewakili Anda!

Seorang pemimpin harus mampu mewakili apa yang dipimpinnya. Itulah ide yang disampaikan oleh Anis Matta.

“Kalau kita ingin membawa indonesia lebih maju pada masa depan, kita harus mencari pemimpin yang dapat mewakili kita,” kata presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Anis menyebutkan bahwa saat ini bangsa Indonesia telah memasuki era gelombang ketiga. “Generasi gelombang ketiga ini memiliki lima ciri, (yaitu) mereka adalah orang-orang muda, berpendidikan bagus, berpenghasilan bagus, terkoneksi dengan baik, dan native democracy (warga negara asli demokrasi –red),” ungkapnya.

Maka pemimpin indonesia ke depan, menurut Anis, haruslah sosok yang dapat mewakili generasi tersebut. “Kita harus mencari pemimpin yang bisa mewakili pikiran, budaya, dan kepribadian dari generasi gelombang ketiga ini,” jelasnya.

Anis juga menyampaikan optimismenya terkait nasib bangsa Indonesia di masa depan. “Bangsa ini memiliki semua alasan untuk optimis. Jadi tidak ada alasan bagi calon pemimpin bangsa ini untuk menjual kecemasan kepada masyarakat,” pungkasnya.
http://www.pkspiyungan.org/2014/01/anis-matta-pilihlah-pemimpin-yang-bisa.html

"Politik dan Cinta"

Jika bukan dari hati maka akan sulit melakukan ini

"Politik dan Cinta"

1- Apakah mungkin dua kata ini bisa bertemu: politik dan cinta.

2- Politik punya defenisinya sendiri, sebagaimana dengan cinta dia juga punya maknanya sendiri

3- Politik identik dengan kekuasaan Lahiriah, namun Cinta adalah kekayaan batiniah

4- Saat Politik bertemu dgn cinta maka dia akan menjadi memelihara setiap kehidupan in

5- Saat Cinta bertemu dgn politik, akan menumbuhkembangkan kehidupan ini

6- Politik itu memelihara, namun cinta itu menumbuhkembangkan

7- Politik itu kendaraannya, namun cinta itu yang mengendalikannya

8- Politik itu busurnya, namun cinta itu membimbing anak panahnya

9- Politik tanpa cinta menjadikannya beringas, namun cinta tanpa politik membuatnya tak bertenaga

10- Politik itu kerja berbasis akal, namun Cinta bekerja berbasis hati

11- Kerja Politik tanpa Cinta hanya bermuara kepada kelelahan, kerja Cinta tanpa Politik hanya mengantarkan kita pada fantasi impian

12- Politik dan Cinta akan mengubah kerja yang LELAH menjadi LILLAH

13- Politik bisa memaksa semua jadi Lawan, namun Cinta akan membuatnya jadi Kawan

14- Jika banyak yang antipati dari pengamat tentang kita, Partai kok bawa-bawa Cinta dan hati...

15- .Sampai ada yang mengatakan, dari semua literatur politik yg mereka baca, tak satupun yg mengatakan ada teori Politik & dakwah Cinta

16- ..Jika kalian telah membaca literatur politik dari halaman 1 sd 100 tidak ada cinta didalamnya, maka kami adalah halaman ke-101nya...


Katakan pada mereka yg memusuhimu, "Kalian salah memusuhiku, hati ini datang dgn penuh cinta saat hatimu berisi curiga”


*by ustadz Syukri Wahid Balikpapan
(@Syukri_W on twitter)

Friday, 24 January 2014

iklan PKS yang kontroversial

inilah bedanya PKS dengan partai lain: klik aja

Iklan PKS dan Gelombang Ke-3 http://www.islamedia.web.id/2014/01/iklan-pks-dan-gelombang-ke-3.html

Sunday, 19 January 2014

Aher Paparkan Tiga Solusi Atasi Banjir

suaramerdeka.com - Akibat curah hujan yang tinggi, sejumlah wilayah di Jawa Barat kembali terendam banjir. Salah satunya di Kota Bekasi, daerah yang lokasinya berbatasan dengan Jakarta.

Banjir di Bekasi, bahkan kini menjadi hal biasa, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Bekasi. Kali Bekasi merupakan aliran dari Kali Cikeas dan Cileungsi di Kabupaten Bogor.

Untuk mengatasi banjir, Pemerintah Provinsi Jawa Barat punya tiga solusi yang ditawarkan. Pertama, dilakukannya konservasi di wilayah hulu.

"Konservasi seluruh hutan di hulu yang ada di daerah Puncak," ujar Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, saat meninjau lokasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (13/1).

Kedua, menghidupkan kembali danau-danau alam, yang ada di sepanjang bantaran kali dari wilayah hulu hingga hilir. "Kan sejak hulu sampai hilir ada ratusan danau. Sebagian sudah terjadi sedimentasi, sudah jadi daratan," kata Aher --sapaan Ahmad Heryawan.

Dan solusi ketiga, adalah untuk wilayah tengah hilir. Pemerintah Daerah (Pemda) setempat diminta bisa mempertahankan lebar dan kedalaman sungai atau kali. "Harus ada komitmen, kalaupun akan bangun dinding, minimal harus 20 meter dari bibir sungai," katanya.

"Sekarang ini aneh, lebar Kali Ciliwung di wilayah Bogor lebih besar, ketimbang di Kampung Melayu. Banjir di sana kan akibat luapan air, karena lebar dan dalamnya terus berkurang," ucap dia.

Tiga solusi yang ditawarkan tadi, lanjut Aher, coba diwujudkan dalam Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur. Kerjasama itu dilakukan sejumlah pemerintah daerah, termasuk tiga provinsi yakni, DKI, Jawa Barat dan Banten. "Kami ingin BKSP itu dipimpin pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU. Supaya mudah dalam hal anggaran," ujarnya.

Aher juga berharap dengan di bawah payung BKSP itu, bisa dibuat tim agar ada komitmen bersama untuk menyelesaikan banjir sejak hulu hingga hilir. "Serta dibuat pula schedule untuk mengatasi banjir 10 tahun ke depan," ucap dia. (suaramerdeka)

Ketika ODOJ Dituduh Riya'

Oleh Farid Numan Hasan

Patut disyukuri, itu yang kami komentari dari fenomena ODOJ (One Day One Juz) ini. Perkembangannya begitu cepat bahkan sampai ke mancanegara hanya dalam hitungan beberapa bulan. ODOJ merupakan  program, lebih tepatnya metodologi, agar orang bisa dan terbiasa, mengkhatamkan Al Quran sebulan sekali. Dengan izin Allah Ta’ala, para odojers ini dipertemukan dalam tujuan yang sama ingin mengkhatamkan Al Quran secara konsisten. Mereka mendapatkan bi’ah (lingkungan) yang baik walau tidak saling jumpa, mereka bisa saling mengingatkan, nasihat, menjaga semangat, dan tidak ada kepentingan apa pun kecuali Al Quran. Banyak kisah-kisah inspiratif dari para odojers, mereka begitu menikmatinya.
  
Upaya mengkhatamkan Al Quran sebulan sekali, merupakan salah satu jenis usaha  menjalankan perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut ini:

اقْرَإِ القُرْآنَ فِي شَهْرٍ
  
Bacalah (khatamkanlah) Al Quran dalam satu bulan. (HR. Al Bukhari No. 5054, dari Abdullah bin Amr)
  
Maka, menjalankan sunah qauliyah dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini, di tengah manusia banyak yang melupakan Al Quran, lupa dengan sunah, dan lupa dengan agamanya secara umum,  merupakan usaha yang sangat luar biasa, dan tidak mudah. Ini mesti didukung dan dikuatkan, bukan justru dicemooh   dengan dasar asumsi semata, dengan menganggapnya riya, terpaksa, dan memberatkan. Kalau pun ada yang tergelincir dalam riya, atau dia terpaksa, maka hal tersebut kembali ke pribadinya masing-masing dan hubungannya dengan Allah Ta’ala. Ketergelinciran personal ini bukan hanya terjadi pada aktifitas membaca Al Quran, tetapi bisa terjadi pada haji, shalat, shaum, memberikan muhadharah, menulis, dan sebagainya. Semua ini bisa saja ada orang yang riya dan terpaksa. Tetapi bukan berarti semua amal ini menjadi jelek, dicemooh, dan dianulir, hanya karena ada person-person yang dijangkiti riya atau terpaksa.
  
Yang jelas, kami ingin mengapresiasi ODOJ ini dengan sebuah hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:


مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
         
“Barangsiapa dalam Islam membuat kebiasan baik, maka tercatat baginya pahala dan pahala orang yang mengikutinya setelahnya tanpa mengurangi pahaala mereka yang mengikutinya. Barangsiapa dalam Islam membuat kebiasaan buruk, maka tercatat baginya dosa dan dosa orang yang mengikutinya setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim, No. 1017, At tirmidzi No. 2675, An Nasa’i No. 2554, Ibnu Majah No. 203, Ahmad No. 19156)

Menampakkan Amal Shalih? Silahkan!
  
Amat disayangkan adanya seorang penulis yang begitu bersemangat mengkritik ODOJ dengan alasan “menampakkan amal.” Dengan mengutip hadits tentang tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan Allah Ta’ala, di antaranya seorang yang bersedekah dengan tangan kanan tetapi tangan kirinya tidak tahu. Maksudnya orang yang bersedekah sembunyi-sembunyi, yang dengannya lebih mudah untuk ikhlas.
  
Tidak hanya itu,  penulis tersebut juga memaparkan kebiasaan sebagian salaf yang lebih suka menyembunyikan amal shalih mereka, dan mereka malu jika menampakkan kepada orang lain. Ada ulama yang ketika membaca mushaf, langsung ditutupnya ketika ada orang yang melihatnya karena dia tidak mau orang tahu bahwa dia sedang membaca Al Quran, dan seterusnya. Padahal semua dalil yang dipaparkannya tak satu pun menunjukkan larangan menampakkan amal shalih,  melainkan menganjurkan pilihan yang lebih aman dan keutamaan menyembunyikan amal shalih.
  
Kita mengetahui bahwa dalam ODOJ, masing-masing anggota melaporkan hasil bacaannya kepada penanggung jawab bahwa dia sudah menyelesaikan bacaannya, atau dia sedang sakit, atau muslimah yang haid, yang dengan itu tidak bisa menyelesaikan, dan seterusnya.    Barangkali inilah yang menjadi sebab bahwa cara ODOJ ini seakan tidak syar’i, tidak sesuai sunnah.
  
Tidak ada dalilnya, baik Al Quran dan As Sunnah, menganggap menampakkan amal itu suatu yang buruk, tercela, dan terlarang,  justru kadang  menampakkan lebih baik dalam rangka menstimulus orang lain. Dengan itu dia bisa menjadi inisiator sunah hasanah yang diikuti banyak orang. Apalagi dalam keadaan terasingnya sebuah sunah di masyarakat, atau terasingnya kebiasaan baik, maka kembali menghidupkan dan mensyiarkannya secara terang-terangan adalah suatu yang mulia dan memliki keutamaan, sebab dia menghidupkan ajaran Islam yang tengah redup. Ada pun keadaan hati si pelakunya, apakah dia riya, ikhlas, sum’ah, de el el,  serahkan kepada Allah Ta’ala, dan seorang muslim hendaknya berbaik sangka kepada saudaranya, bukan justru melemahkan dengan menyebutnya sebagai amal yang sebaiknya disembunyikan!

Allah Ta’ala Memuji Amal yang terang-terangan dan tersembunyi
  
Kita akan dapatkan dalam pelita hidup setiap muslim, wahyu yang tidak ada keraguan di dalamnya, yang semua isinya adalah haq, yaitu Al Quran Al Karim, tentang anjuran beramal baik secara terang-terangan atau tersembunyi. Kedua cara ini memiliki ketumaan masing-masing. Tidaklah yang satu mendestruksi yang lain. Ini hanyalah masalah pilihan, yang keduanya sama-sama bagus.
  
Kami akan sampaikan beberapa ayat tentang pujian Allah Ta’ala dan perintahNya kepada manusia untuk berinfak secara tersembunyi atau terang-terangan.

Perhatikan ayat-ayat berikut ini:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, Maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Al Baqarah 274)

Al Hafizh Ibnu Katsir Rahimahullah menerangkan:

هذا مدح منه تعالى للمنفقين  في سبيله، وابتغاء مرضاته في جميع الأوقات من ليل أو نهار، والأحوال من سر وجهار، حتى إن النفقة على الأهل تدخل في ذلك أيضا

Ini adalah sanjungan dari Allah Ta’ala bagi para pelaku infak dijalanNya, dan orang yang mencari ridhaNya disemua waktu, baik malam dan siang, dan berbagai keadaan baik tersembunyi atau terang-terangan, sampai – sampai nafkah kepada keluarga juga termasuk dalam kategori ini. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 1/707. Cet. 2. 1999M/1420H. Daruth Thayyibah.)
  
Ayat lainnya:

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (QS. Ar Ra’du: 22)

Ayat lainnya:

قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.” (QS. Ibrahim: 31)
   
Lihat ayat ini, Allah Ta’ala memerintahkan berinfak baik secara sembunyi atau terang-terangan,  Allah Ta’ala tidak memerintahkan yang sembunyi saja, tapi juga memerintahkan yang terang-terangan. Tidak mencelanya, justru memerintahkannya.
  
Al Hafizh Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan:

وأمر تعالى بالإنفاق مما رزق في السر، أي: في الخفية، والعلانية وهي: الجهر، وليبادروا إلى ذلك لخلاص أنفسهم
  
Allah Ta’ala memerintahkan untuk berinfak secara as sir, yaitu tersembunyi, dan al ‘alaaniyah yaitu ditampakkan, dan hendaknya mereka bersegara melakukan itu untuk mensucikan diri mereka. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 4/510. Cet. 2. 1999M/1420H. Daruth Thayyibah)
  
Terang-terangan atau tersembunyi, keduanya bisa dilakukan pada amal yang wajib atau sunah. Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di Rahimahullah:

سِرًّا وَعَلانِيَةً} وهذا يشمل النفقة الواجبة كالزكاة ونفقة من تجب عليه نفقته، والمستحبة كالصدقات ونحوها
  
(Tersembunyi dan terangan-terangan) hal ini mencakup infak yang wajib seperti zakat, dan nafkah kepada orang yang wajib baginya untuk dinafkahi, dan juga yang sunah seperti berbagai sedekah dan semisalnya. (Taisir Al Karim Ar Rahman fi Tafsir  Kalam Al Manan, Hal. 426. Cet. 1. 2000M/1420H. Muasasah Ar Risalah)
  
Maka, berinfak –atau amal shalih apa saja- yang dilakukan secara tersembunyi dan menampakkannya, telah dimuliakan, dipuji, dan dianjurkan oleh Allah Ta’ala. Janganlah hawa nafsu manusia justru menganggap tercela yang satu dibanding yang lainnya. Jika tersembunyi, maka itu mulia karena hati Anda lebih selamat dari ‘ujub, riya’, jika terkait sedekah maka orang yang menerima sedekah tidak merasa malu menerimanya. Jika terang-terangan, maka itu juga mulia, karena Anda bisa menjadi pionir kebaikan, menjadi contoh buat yang lain, sehingga selain Anda mendapatkan pahala sendiri, Anda juga mendapatkan pahala mereka lantaran mereka mengikuti kebaikan Anda.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun memuji orang yang menampakkan amalnya
  
Alangkah baiknya jika ini juga diketahui oleh penulis tersebut. Jangan hanya menampilkan satu gambaran tentang para ulama yang sembunyi-sembunyi membaca Al Quran, tapi lupa menampilkan yang lainnya. Para sahabat nabi pun menampakkan amalnya, dan nabi tidak mencelanya justru memujinya. Telah masyhur

Para salaf jika berkumpul, mereka memperdengarkan salah seorang mereka untuk membaca Al Quran. Mereka tidak mengatakan, “Pelan-pelan aja suaranya, banyak  orang nih, nanti kamu riya.” Ada pun para ODOJers, mereka membacanya masing-masing di rumah, tidak berjamaah, kadang dikantor, kadang di kendaraan, itu pun tanpa mengeraskan suara, sehingga tidak ada yang terganggu dengan suara mereka.
  
Imam An Nawawi Rahimahullah memaparkan:

اعلم أن جماعات من السلف كانوا يطلبون من أصحاب القراءة بالأصوات الحسنة أن يقرؤوا وهم يستمعون وهذا متفق على استحبابه وهو عادة الأخيار والمتعبدين وعباد الله الصالحين وهى سنة ثابتة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
  
Ketahuilah, banyak perkumpulan para salaf dahulu mereka meminta orang yang ahli baca Al Quran untuk membaca dengan suara yang bagus, mereka membacanya dan yang lain mendengarkannya. Ini disepakati sebagai hal yang disukai, dan merupakan kebiasaan orang-orang pilihan dan ahli ibadah, hamba-hamba Allah yang shalih. Dan, itu merupakan sunah yang pasti dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam…. (lalu Imam An Nawawi menyebutkan kisah Abdullah bin Mas’ud yang membaca  Al Quran di hadapan nabi dan para sahabat lainnya, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim).  (At Tibyan fi Aadab Hamalatil Quran, Hal. 113)
  
Lihat ini, justru para salaf meminta untuk menampakkannya, mereka ingin menikmatinya. Begitu pula Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap bacaannya Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, padahal wahyu turun kepadanya sendiri, tapi beliau ingin mendengarkannya dari orang lain.
  
Lalu Imam An Nawawi melanjutkan:

أنه كان يقول لأبي موسى الأشعري ذكرنا ربنا فيقرأ عنده القرآن. والآثار في هذا كثيرة معروفة
  
Bahwa Nabi berkata kepada Abu Musa Al Asy’ari: “Ingatkanlah kami kepada Rabb kami.” Maka Abu Musa membacakan Al Quran dihadapannya. Dan, Atsar-atsar seperti ini banyak dan telah dikenal. (Ibid, Hal. 114)
  
Nah, tak satu pun ada peringatan sesama mereka saat mereka meminta sahabatnya membaca Al Quran, “hati-hati riya ya …”, atau “jangan tampakkan suaramu kepada kami ..”.

Melaporkan dan menceritakan amal shalih, adalah riya?
  
Dalam komunitas ODOJ, ada penanggungjawab yang menerima laporan harian anggotanya, sudah sampai mana bacaannya, apakah sudah selesai satu juz atau belum. Hal ini tidak mengapa, sebagaimana seorang guru yang menanyakan hasil kerjaan, tugas hapalan, siswanya dan si guru memberikan batas waktu. Ini adalah tuntutan profesionalitas dalam beramal. Ini pun dilakukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya.
  
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bercerita tentang amal shalihnya:

وإني لأستغفر الله، في اليوم مائة مرة
  
Aku benar-benar beristighfar kepada Allah dalam sehari 100 kali. (HR. Muslim, 2702/41)
  
Riwayat lainnya:

يا أيها الناس توبوا إلى الله، فإني أتوب، في اليوم إليه مائة، مرة  
  
Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya dalam sehari aku bertaubat kepadaNya seratus kali. (HR. Muslim, 2702/42)
  
Para sahabat pun juga. Perhatikan dialog berikut ini:

عن أبي هريرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «من أصبح منكم اليوم صائما؟» قال أبو بكر رضي الله عنه: أنا، قال: «فمن تبع منكم اليوم جنازة؟» قال أبو بكر رضي الله عنه: أنا، قال: «فمن أطعم منكم اليوم مسكينا؟» قال أبو بكر رضي الله عنه: أنا، قال: «فمن عاد منكم اليوم مريضا؟» قال أبو بكر رضي الله عنه: أنا، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ما اجتمعن في امرئ، إلا دخل الجنة»

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Siapakah diantara kalian yang hari ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab: “Saya wahai Rasulullah.” Rasulullah bertanya lagi: “Siapakah diantara kalian yang hari ini mengantar janazah?” Abu Bakar menjawab: “Saya wahai Rasulullah.” Rasulullah bertanya lagi: “Siapakah diantara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?” Abu Bakar menjawab: “Saya wahai Rasulullah.” Rasulullah bertanya lagi: “Siapakah diantara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab: “Saya wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda : “Tidaklah semua amal di atas terkumpul dalam diri seseorang melainkan ia akan masuk surga.” (HR. Muslim 1028)
  
Inilah Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu, dia tidak perlu malu untuk melaporkan apa yang sudah dia lakukan hari itu. Maka, tidak masalah seseorang menceritakan amalnya, yang  penting  tidak bermaksud memamerkannya, dan membanggakannya, tetapi agar orang lain mendapatkan ‘ibrah darinya. Pendengar pun tidak dibebani untuk membedah hati orang yang melaporkannya. Itu tidak perlu, tidak penting, dan tidak masyru’. Justru, yang masyru’ adalah kita mesti husnuzhzhan kepadanya.
  
Para ulama mengatakan:

إحسان الظن بالله عز وجل وبالمسلمين واجب
  
Berprasangka yang baik kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan kaum muslimin adalah wajib. (Imam Badruddin Al ‘Aini, ‘Umdatul Qari, 29/325)
  
Kisah lainnya:

 عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: أَرْسَلَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُنْطَلِقٌ إِلَى بَنِي الْمُصْطَلِقِ، فَأَتَيْتُهُ وَهُوَ يُصَلِّي عَلَى بَعِيرِهِ ، فَكَلَّمْتُهُ، فَقَالَ بِيَدِهِ هَكَذَا، ثُمَّ كَلَّمْتُهُ، فَقَالَ بِيَدِهِ هَكَذَا، وَأَنَا أَسْمَعُهُ يَقْرَأُ، وَيُومِئُ بِرَأْسِهِ، فَلَمَّا فَرَغَ قَالَ: " مَا فَعَلْتَ فِي الَّذِي أَرْسَلْتُكَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَمْنَعْنِي إِلَّا أَنِّي كُنْتُ أُصَلِّي

Dari Jabir bin Abdullah katanya: “Saya diperintahkan nabi untuk datang, saat itu beliau hendak pergi ke Bani Musthaliq. Ketika saya datang beliau sedang shalat di atas kendaraannya. Saya pun berbicara kepadanya dan beliau memberi isyarat dengan tangannya seperti ini. Saya berbicara lagi dan beliau memberi isyarat dengan tangannya, sedangkan bacaan shalat beliau terdengar oleh saya sambil beliau menganggukkan kepala. Setelah beliau selesai shalat beliau bertanya: “Bagaimana tugasmu yang padanya kamu saya utus? Sebenarnya tak ada halangan bagi saya membalas ucapanmu itu, hanya saja saya sedang shalat.” (HR. Muslim No. 540, Ahmad No. 14345, Abu Daud No. 926, Abu ‘Awanah, 2/140, Ibnu Khuzaimah No. 889, Ibnu Hibban No. 2518, 2519)
  
Dalam kisah ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meminta laporan kerja dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu tanpa harus khawatir riya-nya Jabir jika dia melaporkannya.
  
Banyak sekali kitab yang menceritakan para ulama yang  berkisah tentang ibadahnya, shaumnya, shalatnya, jihadnya, bahkan mimpinya. Tentu kita berbaik sangka, jangan menuduh mereka telah riya dalam penceritaannya.

Menggembos amal shalih dengan menuduh riya adalah Akhlak Kaum Munafiq
  
Inilah yang terjadi, gara-gara seseorang menuduh saudaranya riya, atau menakut-nakuti dari menampakkan amal shalih, akhirnya perlahan-lahan ada yang membatalkan amal shalihnya karena takut disebut riya, takut tidak ikhlas.
  
Inilah yang dilakukan orang munafiq pada zaman nabi, mereka menuduh para sahabat riya, padahal mereka (kaum munafiq) sendiri yang riya.
  
Dari Abu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, dia bercerita:

“Sesudah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkan kami untuk bersedekah, maka Abu Uqail bersedekah dengan satu sha’, dan datang seseorang dengan membawa lebih banyak dari itu, lalu orang-orang munafik berkata:

“Allah ‘Azza wa Jalla tidak membutuhkan sedekah orang ini, orang ini tidak melakukannya kecuali dengan riya. Lalu turunlah ayat:

  الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ

“Orang-orang munafik itu yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekadar kesanggupannya.” (QS. At Taubah : 79). (HR. Al Bukhari No. 4668)

Justru Allah Ta’ala menceritakan bahwa kaum munafikinlah yang riya.

Perhatikan ayat ini:

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6)

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya. (QS. Al Ma’un: 4-6)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa ayat ini menceritakan tentang sifat-sifat orang munafiq; lalai dari shalatnya, sekali pun shalat dia riya.  Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  mengulang sampai tiga kali ucapan: tilka shalatul munaafiq (itulah shalatnya kaum munafik). Sebagaimana disebutkan dalam Shahihain. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/493)

Maka ... wahai Saudaraku ...

Janganlah kamu melemahkan dan menggembosi amal saudaramu ..., biarkanlah mereka beramal, membaca Al Quran satu juz sehari sesuai target dan program mereka. Karena Nabi kita tidak pernah memerintah kita membedah hati manusia, serahkanlah hati manusia kepada Allah Ta’ala.
  
Adakah kamu ketahui bahwa saudara-saudaramu itu menuntaskan satu juz Al Quran sehari untuk pujian manusia? Mencari popularitas dan kedudukan?
  
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berkata kepada Khalid bin Walid Radhiallahu ‘Anhu:

إِنِّي لَمْ أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ عَنْ قُلُوبِ النَّاسِ وَلاَ أَشُقَّ بُطُونَهُمْ
  
Aku tidak diperintah menyelidiki hati manusia dan tidak pula membedah perut mereka. (HR. Al Bukhari No. 4351, Muslim, 1064/144)
  
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga pernah berkata kepada Usamah bin Zaid Radhiallahu ‘Anhu:

أفلا شققت عن قلبه حتى تعلم أقالها أم لا؟
  
“Apakah engkau sudah membedah dadanya sehingga engkau tahu apakah hatinya berucap demikian atau tidak?” (HR. Muslim, 96/158)
  
Sederhananya, jangan mudah menyalah-nyalahkan amal shalih saudaramu, yang bisa jadi amal shalih tersebut belum tentu kamu bisa lakukan.
  
Karena Allah Ta’ala berfirman:

مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍ

Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. (QS. At Tawbah: 91)

Wahai Saudaraku ……… Arahkan pena-mu ke pelaku maksiat yang terang-terangan, bukan kepada saudaramu yang sedang berlomba amal shalih secara terang-terangan.
  
Alangkah baiknya, penamu itu kamu arahkan untuk mereka yang terang-terangan  beramal buruk, menyimpang, dan maksiat lainnya. Itu semua ada dihadapanmu. Kenapa begitu gagah dihadapan para pelaku kebaikan, tapi layu dihadapan para pelaku kemaksiatan? Allahul Musta’an!

Untuk Para ODOJers ……….
  
Alangkah indahnya nasihat Al Imam Fudhail bin ‘Iyadh Rahimahullah:

“Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya` sedangkan beramal karena manusia adalah kesyirikan, adapun yang namanya ikhlash adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya.” (Ucapan ini tersebar dalam banyak kitab, seperti Minhajul Qashidin-nya Imam Ibnu Qudamah, Tazkiyatun Nufuus-nya Imam Ibnu Rajab, dll)

Janganlah kalian batalkan amal shalih itu karena komentar miring manusia, dan jangan pula kalian lakukan  karena mengharapkan ridha manusia, tetaplah beramal, dan  jangan pernah pikirkan semua komentar yang membuat hati kalian guncang. Urusan kalian adalah kepada Allah Ta’ala bukan dengan mereka. Sibukkanlah hati kalian denganNya, biarlah mereka sibuk  menyelediki  hati kalian, sehingga mereka lupa dengan hatinya sendiri. Sebab di akhirat nanti kullu nafsimbima kasabat rahiinah (setiap jiwa bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing).  Memintalah kepada Allah Ta’ala agar tetap dijaga dan selamatkan dari riya dan kesyirikan dalam beramal.
  
Wallahu A’lam Walillahil ‘Izzah walir Rasulih wal Mu’minin


*http://www.ustadzfarid.com/2014/01/ketika-odoj-one-day-one-juz-dikritik.html

Ketika ODOJ Dituduh Riya'


Anis Matta: PKS Ingin Mewakili Kepentingan Seluruh Bangsa | The Jakarta Post

PKS didirikan pada 1998 oleh para aktivis tarbiyah dan pernah bintang baru di panggung politik Indonesia.

Dengan perolehan suara 7,9 % pada pemilu 2009, PKS mengambil alih posisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai partai berbasis Islam terbesar di Indonesia, predikat yang dipegang PPP selama 36 tahun.

PKS juga menjadi salah satu anggota koalisi partai-partai penyokong pemerintahan pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Belakangan citranya ternodai oleh kasus korupsi yang melibatkan presiden partai, Luthfi Hasan Ishaaq.

Anis Matta kemudian mengambil alih kepemimpinan partai dari tangan  Luthfi sejak Februari 2013. Kepada reporter The Jakarta Post, Hasyim Widhiarto Anis berbicara tentang masa depan partai serta alasan dibalik deklarasi PKS sebagai partai terbuka.

Pertanyaan (P): Anda telah terlibat dalam kepemimpinan partai sejak awal pembentukannya, sebagai sekretaris umum dan kemudian sekarang sebagi presiden. Apa prestasi terbesar PKS selama 15 tahun ini?

Jawaban (J) : Kami merintis partai dari dukungan dari kelompok-kelompok kecil. Meskipun demikian, demokrasi dan kebebasan berpolitik pasca reformasi telah memberikan kami ruangan untuk tumbuh dan berkembang. Kami menghabiskan 10 tahun pertama untuk mengembangkan kapasitas organisasi sekaligus juga berekspansi. Hasil dari kerja keras ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah kader.

Pada tahun 1999, kami hanya memiliki sekitar 30.000 kader. Jumlah tersebut kemudian berkembang menjadi 400.000 pada tahun 2004 dan terus bertambah hingga sekarang. Pertumbuhan jumlah basis pendukung telah membantu kami memperluas jangkauan organisasi. Partai kami telah memiliki cabang di seluruh provinsi, kota dan kabupaten, 70 % di tingkat kabupaten dan 52 % di tingkat kecamatan.

P: Sebagai partai dakwah yang mengklaim berjuang untuk keadilan dan kesejahteraan, apakah PKS telah berada di jalur yang benar untuk mewujudkan visi ini?

J: Selain fokus pada pengembangan organisasi, kami juga berusaha keras untuk mengaktualisasikan secara bertahap, visi dari organisasi terutama visi tentang Indonesia. Kami menyadari, bahwa sudah sekian lama partai politik Indonesia terjebak apa yang disebut sebagai politik aliran.

Sejak awal, PKS ingin menghapuskan pemahaman politik aliran, sehingga polarisasi ideologi tidak akan mencegah partai politik untuk fokus pada pembahasan permasalahan hal-hal yang terkait dengan negara. Hal ini juga yang menjelaskan mengapa hampir seluruh partai politik berbasis Islam di Indonesia selama ini kesulitan menghadapi 'ketegangan segitiga' yang melibatkan Islam, modernitas dan identitas ke-Indonesia-an.

P: Bagaimana Anda meyakinkan golongan minoritas yang mungkin merasa terancam dengan misi dakwah PKS?

J: Selain politik aliran, tidak ada alasan kuat dari publik untuk mengkhawatirkan eksistensi kami. Banyak permasalahan yang terkait dengan kelompok minoritas, telah berhasil dituntaskan selama era pemerintahan Gus Dur (Abdurrahman Wahid), di mana kami juga berperan didalamnya. Jadi intinya, tidak ada lagi permasalahan sensitif terkait agama dan etnisitas.

P: Bagaimana misi dakwah ini bisa berjalan beriringan dengan upaya PKS menjadi partai yang terbuka, yang inklusif?

J: Kami tentu akan terus berkampanye sebagai partai terbuka, sebagai bagian dari upaya untuk mengendurkan 'ketegangan segitiga' antara Islam, modernitas dan identitas kebangsaan Indonesia. PKS ingin menjadi bagian dari Indonesia dan bekerjasama dengan pihak-pihak lain.

Gagasan tentang keterbukaan juga menunjukan langkah perkembangan dari PKS. Kami ingin mengatakan bahwa kami tidak hanya mewakili kepentingan dari kelompok kami atau umat Islam saja, melainkan Indonesia sebagai bangsa secara keseluruhan, dengan berbagai ragam perbedaan latar agama, etnis dan ideologi.

P: Anda mengambil tindakan yang berani setelah penangkapan Luthfi, termasuk ajakan kepada para kader untuk melakukan tobat nasional. Seberapa efektifkah strategi tersebut dalam mengembalikan citra partai menuju pemilu?

J: Tentu saja kami merasakan efek negatif dari kasus korupsi ini terhadap popularitas partai. Tetapi sejauh ini, strategi penanganan masalah yang telah kami ambil, yaitu mengontrol dampak negatif dari kasus itu (damage-control strategy), telah membantu mengatasi hampir semua efek negatif dari kasus korupsi tersebut.

Hal ini menjelaskan, sebagai contoh, mengapa kami masih dapat memenangkan pemilihan gubernur, seperti di Jawa Barat dan Sumatera Utara dan juga beberapa pemilihan bupati dan walikota. Kemenangan kemenangan tersebut mengindikasikan bahwa kami telah meraih kembali kepercayaan publik.

P: Meskipun sudah ada pola rekruktmen kader yang terstruktur, beberapa kader PKS terindikasi dalam kasus korupsi atau kasus pidana dalam beberapa tahun terakhir ini. Apakah Anda berencana membuat beberapa perubahan?

J: Kami terus mengevaluasi mekanisme perekrutan kader dan membuat penyesuaian yang diperlukan setiap 5 tahun. Namun tentunya kami perlu mengumpulkan dan mengevaluasi data, termasuk data yang terkait dengan pelanggaran hukum maupun moral (oleh kader PKS), sebelum membuat perubahan besar.  Jelas bahwa partai perlu membuat penyesuaian rutin dalam berbagai aspek.

P: Calon presiden seperti apakah yang akan didukung oleh PKS di tahun 2014?

J: Kami mencari sosok yang dapat mewakili kepentingan dari golongan kelas menengah baru, yang sekarang telah menjadi kelompok mayoritas dalam struktur demografi kita. Mereka akan menjadi golongan yang dominan dalam membentuk masa depan bangsa kita. Kita harus mengamati secara teliti peralihan antargenerasi ini. Siapa pun presidennya, dia harus mengerti wacana yang berkembang dari golongan ini.(*)


*Diterjemahkan oleh admin @PKSInggris
(sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2014/01/15/pks-wants-represent-interests-entire-nation-says-anis.html)

Anak kecil menembak sepupunya hingga tewas

Di Detroit, Bocah Umur 4 Tahun Tembak Sepupu yang seumur dengannya http://www.islamedia.web.id/2014/01/di-detroit-bocah-umur-4-tahun-tembak.html

Thursday, 16 January 2014

Tentara: "Waah PKS sudah duluan yaa, hebat" | Untold Story Banjir Jakarta

Hujan dua hari berturut-turut, Sabtu (11/1/2014) dan Minggu (12/1/2014), genangan dan banjir sudah menyebar di Jakarta. Banjir mulai melanda hari Ahad malam (12/1). Banyak rumah dan warga terjebak banjir hingga menenggelamkan rumah. Kader dan relawan PKS pun langsung sigap malam itu juga mereka terjun ke lokasi banjir dengan perlengkapan seadanya untuk lakukan evakuasi dan memberi pertolongan lain.

Bagaimana cerita aksi kader dan relawan PKS membantu korban banjir? ini salahsatu kisah nyata mereka yang dituturkan oleh Ridhwan Ar Rifa'i via akun twitternya @Ridhwanku.


1. JUDULNYA : AYO BANTU JOKOWI *Biar gak mainstream

2. Notification whatsapp berkali kali berbunyi di gadgetku, ketika kubuka ada 15 percakapan di salah satu grup PKS Kalisari (Jakarta Timur).

3. Terkaget, ternyata ada pemberitahuan 3 titik wilayah kelurahan Kalisari kebanjiran. Segera kami pun menuju lokasi. Wkt mnunjukkan pukul 20.00WIB (Ahad, 12/1)

4. Diantara 3 titik, yang terparah ada di Jl. Manunggal Bhakti yang mencapai tinggi 1,7 meter atau sedada orang dewasa.

5. Sampai disana kader-kader PKS sudah menyiapkan perahu dan jaket pelampung, untuk mengevakuasi korban kebanjiran.

6. Dari sini saya ingin bercerita sedikit, pada saat kami memberikan nasi bungkus berkeliling dengan perahu kecil ke rumah rumah warga yang terjebak banjir.

7. Yaa karena pd saat itu belum ada bantuan dari pihak manapun. Sampai ada 2 orang perempuan yg menumpang perahu kami..

8. ..meminta agar diantarkan kerumahnya. Yang pada saat itu keluarganya terjebak di dalam rumah.

9. Sepanjang jalan tak henti2nya 2 perempuan itu menyebut nyebut nama Allah, hingga sampai di rumahnya, dengan spontan berkata, "HIDUP PKS !"


Ibu ini bilang "HIDUP PKS !" Setelah relawan pks mngantarkan kerumahnya.

10. Cerita berikutnya datang dari titik banjir yg lain. Ada beberapa kader PKS yang membersihkan rumah seorang warga yang terkena banjir..

11. Lalu kemudian dengan ketus ibu pemilik rumah tersebut berkata, "Sekalian saja ya (semuanya dibersihin), kamu kan sudah dibayar !" Si Kader mesem mesem... (gimana gituh -ed) :D

12. Namun lagi lagi teringat nasihat Sang Murobbi, "Semoga jerih payah antum dibayar dengan tegaknya islam di negeri ini." *tersenyum deh :)

13. Cerita lainnya, ada seorang bapak yang selama banjir memperhatikan para kader PKS, dari malam hingga siang..

14. Bahkan hingga detik ini masih berada di lokasi banjir. Bapak itu menyapa para kader, "Kalian gak tidur dari malam ya, luar biasa PKS ini."

15. Setelah itu lewat seorang tentara berkata, "Waah PKS sudah duluan yaa, hebat" disambut lagi oleh seorang tokoh stempat, "Bagus memang PKS".

16. Kami tak gila pujian qo, hanya membantu @Jokowi_ID saja, cukup :) adapun yg kami sampaikan ini, murni begitulah apresiasi masyarakat.

17. Pada akhirnya kader PKS & Kelurahan bekerjasama membuat dapur darurat & posko ksehatan. Ya begitulah, harmoni kerja mnyatukan cinta. #AYTKTM


-https://twitter.com/ridhwanku

Kisah Cinta 30 Tahun Ustadz Luthfi Dari Balik Jeruji


(True Story)

Pagi ini (11/1), telpon saya berdering.. Dari kejauhan, Pak Azhar menyapa "Assalaimualaikum.. Bagaimana kabarnya akhi? Sekarang dimana? Hari ini sibuk ndak?" Ujarnya bertubi-tubi.

"Walaikumussalam.. Alhamdulillah baik pak. Baru balik dari medan tadi malam. Insya Allah hari ini agenda seperti biasa, ada yg bisa disupport?" timpal saya.

"Begini akhi.. Ana dihubungi pengacara ust.Lutfi. Melalui pengacaranya, beliau minta tolong agar ana menghubungi ikhwah di Jakarta untuk bisa menyiapkan dan mengantarkan hadiah/kado ulang tahun pernikahannya yg ke-30 tahun dengan Astika. Tepat  11 Januari 1984 adalah hari pernikahannya. Antum bisa bantu tidak?"

Deg.. Subhanallah.. Keterbatasan beliau yang masih di penjara, masalah hukum yang dihadapinya dan adanya dua istri lainnya, tidak melupakan kenangan indah dan hari bersejarah dalam hidupnya dengan istri pertama. Gumam saya dalam hati.

"Insya Allah bisa ustadz, saya harus siapkan apa?" Jawab saya selepas lamunan.

"Menurut antum apa ya enaknya? Mungkin jilbab atau yang lain. Nanti uangnya ana ganti." Kata pak azhar.

"Bagaimana kalau kue tart juga ustadz? Nanti sisanya ana cari lagi" saya menimpali.

"Jadi gini, ini untuk menghibur ummi hudzaifah, jadi banyak kado tidak apa-apa. Nanti ustadz ada kado, ana ada dan antum juga ada. Biar ana yg bayar semua." Lanjut pak azhar.

"Oke siap. Minimal sekarang kue tart dan jilbab dulu ya. Nanti sisanya saya cari di mall." Jawab saya dan mengakhiri percakapan.

Beberapa waktu berselang, telpon saya berdering lagi. "Oya akhi, ustadz imam juga nitip kado ya.. Jadi nanti ada 4 kado termasuk dari ustadz" sambung pak azhar. Saya tahu ini pasti "kerjaan" pak azhar untuk mengajak ustadz imam juga, niatnya tentu agar hadiah lebih banyak sehingga lebih menghibur . "Oke, insya allah". Jawab saya.

Kue tart sudah tersedia, jilbab gak ada yg bagus dan saya sudah meluncur ke arah jakarta. Di jalan dan di mall saya kordinasi dengan pak azhar untuk pilihan kadonya. Akhirnya sudah siap kue tart besar, tas wanita dan 2 buah buku tentang rasul dan sahabat. "Jangan lupa dibungkus yang bagus ya" pak azhar mengingatkan. "Siap!" jawab saya singkat.

Setelah mencari alamatnya, akhirnya sampai juga saya di rumah yang di tempati Bu Astika atau ummi Hudzaifah. Namun sayang sekali beliau sedang tidak ditempat sehingga saya serahkan amanah itu kepada petugas yang sedang berjaga di rumah beliau.

Dalam perjalanan pulang, saya sedikit merenung..

Yaa Rabb.. hari ini saya belajar dua hal penting yang tersirat dari kejadian ini..

Subhanallah.. Maha Suci Allah.. Kokoh sekali ikatan pernikahan itu.. Meskipun beliau sedang berada di balik jeruji penjara, tidak punya apa-apa dan banyak keterbatasan, tapi cinta dan rindunya terus mengalir untuk istrinya. Hasratnya untuk memperingati moment bersejarah dalam hidupnya tidak pernah menemui jalan buntu. KPK boleh memenjarakan dirinya tapi tidak dengan Cintanya..

Yang kedua, sungguh kuat ikatan ukhuwah kedua manusia ini. Allah, islam dan jamaah telah mempersaudarakan keduanya. Pak Azhar tidak berpaling sedikitpun dengan ujian yang dihadapi oleh ustadz lutfi, apapun kondisinya sekarang. Rasa cintanya sebagai saudara tidak berkurrang, bahkan justru semakin dekat dibandingkan dengan saat beliau menjadi presiden PKS.

Saya bisa merasakan ikatan dan hubungan itu sangat dekat bahkan tidak berjarak. Teringat persaudaraan sahabat muhajirin dan ansor ribuan tahun yang lalu. Seandainya semua orang dipersaudarakan seperti itu, tentu bumi ini akan semakin indah dan bermakna.

Terima Kasih Ustadz Lutfi..
Terima Kasih Pak Azhar..

Telah mengajarkan saya cinta..

Wassalam,
artikel didapat dari http://www.pkspiyungan.org/2014/01/cinta-30-tahun-ustadz-luthfi-dari-balik.html