PK Sejahtera

Friday, 12 July 2013

Hikmah di Balik Kudeta Mursi



Rubrik: Opini Pembaca | Kontributor: Zaenal Muttaqin - 12/07/13 | 09:45 | 05 Ramadhan 1434 H
pendukung mursidakwatuna.com - Dunia dikejutkan dengan Kudeta Militer terhadap Pemerintahan Mursi, yang terpilih secara demokratis dalam Pemilu Mesir tahun lalu. Barat dan Amerika yang sejak semula mengkampanyekan akan keindahan system Pemerintahan berazaskan demokrasi, seolah menutup mata dan terkesan membiarkan, bahkan disinyalir AS memberikan arahan dan restu atas kudeta inkonstitusional ini.
Yang mengejutkan lagi, ternyata pihak-pihak yang terlibat secara aktif dalam pesta kudeta yang dimotori militer itu bukan saja pihak-pihak yang selama ini anti terhadap kubu Islamis yang ditampilkan Mursi. Partai An-Nur dan syabab Tahrirpun terlihat serius ikut membidani dan mensukseskan kudeta ini, dan sungguh mengejutkan, dua tokoh penting keagamaanpun ikut merestui lahirnya kudeta itu, yaitu Syaikh Besar Al-Azhar dan Uskup Agung Kristen Koptik Mesir.
Kudeta itu dirancang sedemikian rupa untuk menimbulkan pencitraan kepada public, bahwa memang Mursi benar-benar tamat, dan ide yang tertuang dalam scenario ini dikampanyekan ke seluruh dunia melalui media yang sejak awal masih terlihat memiliki hubungan kuat dengan pemerintahan rezim Mubarak dan respectable terhadap kepentingan AS dan Barat.
Komoditas yang dipasarkan dalam kudeta itu adalah membentuk pemerintahan baru Mesir bersama yang demokratis dan akomodatif terhadap seluruh elemen kehidupan di Mesir, yang menjunjung tinggi HAM dan demokrasi terbuka.  Road Map ini bertujuan memberikan gambaran kepada dunia akan masa depan Mesir paska kegagalan pemerintahan Mursi dalam masa setahun silam.
Ada sejumlah fakta yang perlu menjadi sorotan tajam atas kasus dan isu yang diusung dalam kudeta militer itu, setidaknya adalah sebabagi berikut.
  1. Standart Ganda. Inilah wajah asli dari kemunafikan AS dan Barat dalam memaknai demokrasi yang mereka pasarkan itu, yaitu demokrasi semu dalam bingkai, restu, arahan, dan sejalan dengan kepentingan mereka. Ketika produk dari demokrasi itu tidak sesuai dengan kepentingan mereka, maka mereka tidak segan segan untuk mengkhianatinya tanpa rasa malu sedikitpun. Sebenarnya sikap seperti ini dilakukan oleh AS dan Barat bukan hanya kepada dunia Islam, tapi kepada Negara atau kekuatan lain yang tak sejalan dengan kepentingan mereka, baik ditilik dari sudut kepentingan ekonomi, politik, maupun ideology.
  2. Pragmatisme Agenda Politik Rebutan Kue Jabatan. Terkuak hanya beberapa jam setelah kudeta itu, bahkan masterplan kudeta itu telah memetakan beberapa pos jabatan tertentu kepada para peserta kudeta, hal ini persis seperti yang dikeluhkan oleh Partai An-Nur, yang kemudian juga menjadi pembahasan serius oleh para actor kudeta itu. Bab inipun menjadi isu dominan yang seru paska kudeta, yang berbuntut perpecahan dalam koalisi peserta kudeta. Partai An-Nur kemudian menyampaikan pengunduran dirinya (setidaknya pengunduran diri ketua partainya) dari koalisi peserta kudeta setelah mereka merasa dikhianati.
  3. Manipulasi Fakta. Informasi yang diterima public Mesir merupakan dramatisasi dan festivalisasi bebrapa kasus yang telah dimanipulasi, sehingga mengesankan pencitraan yang buruk terhadap jalannya roda pemerintahan Mursi. Beberapa Isu itu adalah menyangkut upaya Ikhwanisasi Pemerintahan Mesir oleh Mursi, Mursi menutup pintu dialog terbukti dengan lahirnya Dekrit Presiden, kegagalan Mursi dalam mengendalikan perekonomian Mesir, dan kegagalan Mursi dalam mengendalikan keamanan Mesir, dsb. Isu inilah yang kemudian dipublikasikan secara dramatis oleh media, denga memelintir dan mengabaikan hal yang sesungguhnya terjadi dilapangan. Terhadap isu yang pertama, bahwa adalah hal yang wajar apabila kemudian anggota parlemen Mesir didominasi oleh kader ikhwan , karena memang pada kenyataannya mereka memenangkan pemilu secara mengejutkan dengan perolehan suara hingga 40 % lebih, dan dibidang kementrian juga adalah hal yang lumrah bila kemudian beberapa jabatan kementrian dipegang oleh kader ikhwan, sebagai konsekkuensi dari realitas politik dalam dunia demokrasi. Mursi dianggap anti dialog/demokrasi, padahal sebelumnya Mursi telah mengajak para oposisi untuk duduk bersama dalam menyelesaikan kasus yang berlarut-larut (Penyelesaian kasus hukum Husni Mubarak dan kroninya dalam pelanggran HAM dan korupsi, yang kemudian ditelikung oleh pihak judikatif; Pembangkangan terselubung pihak militer, dan mengarah pada kudeta) namun pihak oposisi menolak, dan kemudian ketika Mursi mengambil langkah berani dengan mengeluarkan dekrit, dengan tujuan untuk menegakkan supremasi dan kepastian hukum, maka sejalan dengan itu mereka menyebut Mursi sebagai anti dialog, otoriter dan menempatkan diri sebagai dictator baru. Ada upaya yang disengaja untuk mengesankan bahwa Mursi gagal mengendalikan perekonomian Mesir, salah satunya adalah rekayasa terhadap melambungnya harga BBM. Upaya ini dilakukan dengan dua hal, yaitu para kroni Mubarak membeli BBM dalam jumlah banyak dan menimbunnya tidak untuk dijual, dan disisi lain mereka membocorkan pipa pipa saluran BBM secara besar-besaran. Untuk kasus ini kemudian Mursi mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi pencabutan hak izin kepada mereka yang nakal, dan mengambil alih operasi SPBU oleh Negara untuk kepentingan rakyat. Kegagalan Mursi dalam mengendalikan keamanan ditandai dengan berbagai cara, diantaranya dengan serangan dan penangkapan terhadap beberapa anggota plisi Mesir, pemerasan, penyerangan dan penyanderaan terhadap para turis yang berkunjung ke tempat wisata Mesir. Untuk kasus ini sesungguhnya Mursi telah berhasil membebaskan tawanan tanpa pertumpahan darah, adalah sebuah prestasi negosiasi yang sangat baik. Semestinya public dapat memahami kenyataan sulit yang menyandera Mursi, bahwa meskipun Ia berkuasa dizaman baru, namun para birokrasi yang dipimpinnya masih merupakan orang-orang lama, warisan rezim Mubarok yang bobrok dan tak mau gampang berubah, dan bahkan cenderung melakukan perlawanan terhadap Mursi dan kebijakannya, dan sangat berpotensi melakukan kudeta. Kenyataan ini pula yang kemudian menyebabkan banyak hal yang telah direncanakan Mursi, tak mungkin atau akan sangat sulit dicapainya hanya dalam waktu satu tahun masa pemerintahannya. Melihat sisi kenyataan itu, yang sekaligus merupakan peta kelemahan Mursi, maka pihak oposisi, dan asing, akhirnya berhasil membujuk rekan koalisi Mursi untuk  bersama-sama militer mengkudeta Mursi, setelah sebelumnya mereka telah berhasil menciptakan opini dan pembusukan terhadap Mursi dan pemerintahannya melalui media secara besar-besaran. Bahkan ketika demo kudeta tengah berlangsung, sesungguhnya masa anti Mursi hanyalah bagian kecil dari masa pendukung Mursi, namun akibat peran media yang diskriminatif, akhirnya public dusuguhkan manipulasi data. Yang lebih mengerikan lagi bahwa kemudian masa anti Mursi dalam demo mereka melakukan berbagai aksi kemaksiatan, mulai dari mabuk-mabukan, melakukan tindak criminal, melakukan pengrusakan, pencurian, perampasan, pemerkosaan terhadap wanita-wanita hanya karena mereka diindikasi pro Mursi, dan pembunuhan terhadap pendemo pro Mursi secara biadab. Kemudian semua kenyataan buruk dan biadab yang dilakukan oleh pendemo anti Mursi tersebut, diberitakan oleh media secara terbalik, yaitu dilakukan oleh anggota Ikhwanul Muslimin atau oleh pendemo pro Mursi. Yang lebih menggelikan bahwa beberapa orang atau jamaah harakah Islamiyyah tertentu karena kecemburuan dan kebenciannya kepada IM, justru mereka mengimani semua informasi sesat dari media sesat itu, melebihi kepercayaan mereka terhadap kader IM yang selama ini terlihat santun, arif, soleh, dermawan, dan demokratis.
  4. Fenomena Pengkhianatan. Ini terlihat jelas pada sikap Jenderal Abdul Fatah As-Sysisi, perwira muda yang diangkat Mursi untuk mengamankan kekuasaannya, justru berbalik melakukan kudeta. Pengkhianatan berikutnya ditandai dengan turut andilnya Partai An-Nur, Kristen Koptik yang semula menjadi bagian dari koalisi pemerintah, yang kemudian terjun secara aktif menjadi actor aktif dalam kudeta militer ini. Dan masih ada pihak lain yang ikut berkhianat, namun tidak berani menampilkan diri secara lugas.
  5. Pembuktian Misi Kejujuran, Ketulusan, dan Kesabaran. Hikmah lainnya yang juga sangat menarik dari peristiwa kudeta militer terhadap pemerintahan Mursi adalah agar dunia dan ummat Islam mengetahui, siapa yang benar-benar berjuang untuk rakyat dan bangsa Mesir, untuk Izzul Islam wal Muslimiin; dan siapa pula yang munafiq, serta siapa pula yang hanya menggunakan atau mengatasnamakan Islam untuk kepentingan politik dan kelompoknya sendiri. Mereka yang keras kepala, merasa paling pintar, merasa paling benar, dan sangat fanatic terhadap kelompoknya sendiri, dengan aroma ambisinya menebar kebencian, dan terror dengan menempatkan IM dan Mursi sebagai objek kebencian dan terror itu, tanpa memandang sisi-sisi positif dan kebaikan mereka. Peristiwa ini mengingatkan kita akan fenomena kaum Khawarij dimasa awal kenabian, agaknya mulai hidup dan muncul kembali di masa kini. IM terus bersabar dalam komitmen mereka untuk melakukan aksi damai, meski kader-kader mereka dicederai, difitnah, dan dibantai oleh pendemo anti Mursi dan ditembaki oleh militer secara brutal. Kudeta ini juga menjadi sebuah peristiwa yang memisahkan antara mutiara dan imitasi, antara iman dan kemunafikan, antara ketulusan dan ambisi, dan antara kesabaran dan ketergesaan. Bahkan yang amat menggelikan, ada kelompok yang menamakan dirinya Gerakan atau Partai Pembebasan, ulama mereka menyerukan kudeta karena Mursi bukanlah mewakili Islam dan pemerintahannya yang berdiri diatas pilar demokrasi adalah batil, yang oleh karena wajib ditumbangkan sehabis-habisnya, dan kemudian mereka menganggap bahwa menumbangkan Mursi adalah awal dari misi suci (jihad fi sabilillah) dalam menegakkan Kekhilafan Islam yang mulia. Entah Islam yang mana yang sedang mereka perjuangkan, dan entah kebenaran mana yang sedang mereka usung, yang kemudian berujung pada peristiwa yang memilukan dan menodai kesucian arti dan makna Islam itu sendiri. Kudeta itu telah memberi warna dan kemudian telah memisahkan terhadap pihak yang baik dari pihak yang buruk, membuat polarisasi sesuai ragam karakter manusia sesuai gambaran Qur’an Surat Al-Baqoroh, kedalam beberapa ragam kelompok manusia, mulai dari Mukmin, Munafik, dan Kafir.
  6. Tentu masih banyak Hikmah lainnya yang tidak dapat penulis ungkap dalam tulisan ini, semoga ada manfattnya. Wallaahu a’lam bish-showab.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/07/12/36646/hikmah-di-balik-kudeta-mursi/#ixzz2YqQ7exwY 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Monday, 24 June 2013

Ketika Cinta Dalam beKerja, dilakukan secara Harmoni


Cinta, Kerja Dan Harmoni
Tak perlu ada Panggung ratapan
Untuk setiap Ujian yang datang
Namun harus hadirkan kebangkitan
Untuk terus maju menatap masa depan

Kita masih hidup di langit yang sama
Dengan hembusan angin yang tak berbeda
Maka tak ada kata mundur kebelakang
Karena matahari masih bersinar terang

Cinta... Kerja... Harmoni...
Mari kita wujudkan

Dengan Cinta, Kita Bersama
Dengan kerja, Kita berkarya
Dengan Harmoni, Kita satu hati
Maka kan jayalah negeri ini
-------

Friday, 21 June 2013

"Keluh Kesah seorang Ketua DPRa PKS"


Di saat ingin menggerakkan kader PKS di ranah ranting, ternyata di sisi lain, yakni di DPP sedang dirundung masalah kasus. yakni  mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq( walaupun belum jadi pelaku).
saya begithu bingung, namun dengan kemantapan hati saya terus berjuang. suatu ketika saya mendapatkan amanah dari DPC untuk memasang 3 Bendera PKS di Depan rumah sekretariat DPRa PKS, saya pasang. dan tidak bertahan 3 hari, ternyata adayang mencopotnya. bahkan bukan hanya dicopot talinya, tapi dipotong alias dibrebet agar tidak bisa dipasang lagi.
lain waktu, ketika mendekati hari Pilkada, ada yang melihat stiker cagub-cawagub usungan PKS HP-DON. ada yang berkomentar PKS korupsi ngapain dipilih. udah gak ngasih duit ke kita-kita, tapi korupsi merajalela. ngakunya partai Islam. tapi nyatanya bermain-main dengan politik yang notabene selalu kotor.

waktu itu saya berfikir, mungkin mereka benar. namun apakah mereka tau yang sebenarnya, bahwa Kader-kader PKS itu begitu menjunjung tinggi Keadilan, selalu diberi pembinaan tiap pekan. mendapatkan pelatihan menjadi Da'i dan murobbi. menjaga hijab dan lain sebagainya. saya gak habis pikir, kenapa di mata masyarakat memandangnya satu orang pemimpin terus disalahkan semua orang yang dipimpinnya.? kami yakin, suatu saat akan ada perubahan pandangan di mata Masyarakat luas tentang PKS. Innallaha Ma'asshobiriin
Hadapilah segala Ujian
Dalam kesulitan pasti ada kemudahan

Thursday, 20 June 2013

Kekuasaan Alloh pada Lalat



Semua kita pasti tahu, apa itu lalat! Ya, ia seekor makhluk Allah Swt yang dikenal suka hinggap di tempat-tempat yang jorok dan banyak membawa penyakit/kuman. Sekalipun begitu, ia ada disebutkan di dalam al-Qur`an dan juga hadits nabawi. Lantas, apa keistimewaannya, sehingga Allah subhanahu wata’aala menyebut dan menyinggungnya? Adakah hikmah di balik itu? Bagaimana kedudukannya di dalam hadits nabi shallallahu ‘alahi wasallam? Adakah pernyataan ilmiah yang menunjukkan keistimewaannya? Melalui halaman yang singkat ini, Insya Allah subhanahu wata’aala kita akan menyinggung secara ringkas tema-tema tersebut.

Lalat yang di dalam bahasa Arabnya, “adz-Dzubab” disinggung dalam satu ayat, yaitu ayat 73, surah al-Hajj. Allah subhanahu wata’aala berfirman, artinya, “Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun. Walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS.al-Hajj: 73)
Dalam ayat ini terdapat seruan agar bertauhid kepada Allah Swt dan kecaman terhadap kesyirikan dan orang-orang Musyrik. Sebagaimana dinyatakan Ibn Katsir rahimahullah dalam ayat ini Allah Swt mengingatkan betapa hina-dinanya berhala-berhala itu dan betapa piciknya akal para penyembahnya.
Apa yang disembah orang-orang jahil dan musyrik itu diberi perumpamaan dengan sesuatu yang hina, yaitu seekor lalat. Bahwa sekalipun semua sesembahan mereka yang berupa berhala-berhala dan patung-patung itu berkumpul untuk menciptakan seekor lalat saja, benda-benda mati itu tidak akan pernah mampu melakukannya. Padahal apalah arti seekor lalat; makhluk yang sangat hina dan jorok. Bahkan, jangankan menciptakan, bila ada seekor lalat merampas sesuatu dari tubuhnya, berhala-berhala itu tak mampu untuk melindungi diri sendiri. Jadi alangkah lemah dan hinanya berhala-berhala itu, bilamana seekor lalat yang dikenal lemah dan jorok justeru lebih kuat darinya. Karena itu, keduanya sama-sama lemah, baik lalat maupun berhala-berhala itu.
Syaikh Abu Bakar al-Jaza`iri mengatakan, “Dibuatnya permisalan dengan seekor lalat itu merupakan sesuatu yang baik dalam bahasa Arab, karena dapat lebih mendekatkan kepada pemahaman.”
Allah subhanahu wata’aala menyebutkan sesuatu di dalam al-Qur`an bukan asal sebut. Pasti ada nilai lebih dari apa yang disebutkan itu. Contohnya, Allah Swt banyak bersumpah dengan makhluk ciptaan-Nya seperti matahari, waktu Dhuha, dan seterusnya. Itu semua karena apa yang dijadikan objek sumpah itu memiliki nilai lebih di sisi Allah subhanahu wata’aala. Dan terbukti secara ilmiah kemanfaatannya bagi alam semesta ini, tak terkecuali penyebutan seekor lalat.
Lalat di Dalam Hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam.
Bilamana di dalam al-Qur`an hanya disebutkan dalam satu ayat saja, maka di dalam hadits Nabi Saw penyebutannya lebih banyak. Salah satunya, terkait dengan adanya ‘dualisme’ dalam diri lalat itu. Artinya, di satu sisi pada dirinya itu terdapat racun, namun di sisi yang lain justru sebagai penawarnya yaitu yang ada pada kedua sayapnya.
Di antara hadits-hadits itu adalah sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah  Saw bersabda,“Jika lalat terjatuh di minuman salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah ia, kemudian lepaskanlah (buanglah), karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat (penawar).” (HR. al-Bukhari)
Hadits mengenai hal ini cukup banyak dan dipaparkan dengan redaksi yang hampir mirip.
Lalat binatang yang menjijikkan
Sepintas, hadits ini bagi kelompok yang berlebihan dalam mengkultuskan akal, seperti kelompok Mu’tazilah dan para Orientalis, hadits ini dianggap irrasional (tidak masuk akal). Sebab menurut akal mereka, bagaimana mungkin dapat diterima kenyataan bahwa lalat yang menjijikkan itu memiliki penyakit (racun) sekaligus obat (penawar). Apalagi bila ia terjatuh pada minuman, maka harus dibenamkan semua badannya agar minuman tersebut dapat dikonsumsi lagi dan tidak membahayakan. Sungguh menjijikkan. !!
Tetapi realitasnya, hadits tersebut dari sisi kualitasnya adalah hadits yang shahih. Karena itu, tidak ada tempat dan alasan untuk menolaknya, sebab yang mengucapkannya adalah Nabi Muhammad Saw yang tidak mengatakan sesuatu kecuali berdasarkan wahyu Allah subhanahu wata’aala (QS. an-Najm:3).
Bagi orang beriman, bilamana telah terbukti secara valid dan kuat keshahihan kualitas suatu hadits, maka terlebih dulu ia harus meyakini kebenarannya, terlepas apakah ada hikmah di balik itu ataukah tidak! Hadits ini termasuk mukjizat Nabi shallallahu ‘alahi wasallam dari sisi ilmiah. Lalu, apakah memang terbukti secara ilmiah demikian.?
Pernyataan Ilmiah Tentang Lalat.
Seiring dengan perkembangan zaman dan majunya dunia ilmu pengetahuan, tampak jelaslah kebenaran hadits Nabi Saw tentang lalat. Dalam hal ini, dunia kedokteran berhasil membuktikan keilmiahan ucapan Rasulullah Saw itu.
Prof.DR.Amin Ridha menjelaskan beberapa poin tentang kenyataan tersebut, di antaranya, “… Ketiga, tidak benar kalau dikatakan bahwa dunia kedokteran belum pernah mengadakan pengobatan suatu penyakit dengan menggunakan lalat. Lalat pernah digunakan sebagai obat bagi penyakit borok menahun dan paru (Frambosia Tropica), yang terjadi pada 30 tahun pertama abad ke-20, sebelum struktur kimia sulfa ditemukan.
Untuk keperluan itu, lalat dipelihara secara khusus. Penemuan membuktikan bahwa lalat mengandung virus pembunuh kuman (bakterial). Dari penelitian itu ditemukan, bahwa lalat di samping membawa kuman-kuman penyakit, ia juga membawa bakterial yang membunuh kuman-kuman. Penelitian ini terhenti karena di saat yang bersamaan, ditemukan struktur kimia sulfa.
Keempat, Hadits tentang lalat menginformasikan adanya sejenis racun pada lalat. Kenyataan ini baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern dua abad belakangan. Sebelumnya, bisa jadi orang tidak mempercayai kebenaran hadits tentang lalat ini. Jika sudah ditemukan bahwa lalat selain membawa penyakit, ia juga mengandung bakterial pembunuh kuman, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui:
Tidak benar, kuman yang dibawa lalat berbahaya dan menyebabkan berbagai penyakit.
Tidak benar, banyaknya kuman yang dibawa oleh lalat cukup untuk menimbulkan penyakit bagi orang yang menelan kuman itu.
Tidak benar, tubuh manusia dapat terhindar sama sekali dari semua kuman berbahaya. Kalau seandainya begitu, justeru itulah yang sangat berbahaya bagi manusia. Sebab jika tubuh manusia berulang-ulang kemasukan kuman yang berbahaya dalam jumlah sedikit, maka kuman akan menjadi daya tahan terhadap kuman-kuman sejenisnya. Hadits tersebut memberikan informasi penting adanya kuman pada lalat, yang berlawanan dengan racun yang dibawanya. Ini membuktikan bahwa bakteri, virus dan kuman sejenisnya saling berperang dan saling mematikan; yang satu membunuh yang lain dengan jalan mengeluarkan zat beracun. Zat beracun ini yang kemudian digunakan sebagai bahan pengobatan yang lazim disebut antibiotika, seperti: Penicilin dan Cloromicitin. Dan ini bukan saja ada pada lalat, hampir semua binatang berbisa ternyata bisanya itu malah menjadi penyembuh, jika dijadikan sebagai obat. Segala sesuatu yang belum ditemukan dan belum diteliti oleh ilmu pengetahuan jangan diramalkan. Tetapi penelitian harus dilakukan selengkap dan sesempurna mungkin dan tidak boleh dihentikan. Oleh karena itu, merupakan tindakan yang salah jika tergesa-gesa menilai ketidakrasionalan hadits tentang lalat ini tanpa bukti dari hasil penelitian ilmiah modern.”
Perlu diketahui, lalat hinggap pada barang-barang yang dipenuhi kuman-kuman, yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Sebagian kuman itu berpindah ke organ tubuh lalat, dan sebagian lainnya dimakan. Dari kuman-kuman ini terbentuk unsur toxine di dalam tubuhnya, yang menurut istilah medis disebut antibakteria. Dialah yang bertugas membunuh berbagai kuman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini tidak mungkin bertahan hidup atau mempengaruhi tubuh manusia, selagi masih ada antibakteria, khususnya pada salah satu sayap lalat.
Karenanya, ia mampu mengarahkan bakteri ke arahnya, maka jika ada lalat yang jatuh pada makanan atau minuman, lalu kuman yang menempel pada sebagian organ tubuhnya berpindah ke makanan atau minuman, maka antibakteria yang juga dibawa lalat pada salah satu sayapnya akan bekerja membunuh kuman. Bila di sana ada penyakit, maka obatnya juga tidak akan jauh dari penyakit itu. Maka lalat tersebut dapat dibenamkan secara keseluruhan, baru kemudian dibuang. Hal ini sudah cukup untuk membunuh kuman yang dibawa lalat dan akan merusak kerja kuman tersebut. Selain itu, lalat bisa menyuburkan pembenihan kuman beberapa penyakit. Setelah beberapa saat kuman itu pun mati dan pengaruhnya tidak tampak. Kemudian dalam lalat itu terbentuk unsur yang membunuh kuman-kuman yang dinamakan anti-bakteria. Apabila inti lalat diletakkan pada larutan yang bersih, maka akan diketahui empat macam kuman yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, namun ada pula empat macam unsur yang mampu membunuh empat macam kuman itu, wallahu a’lam.

Tuesday, 18 June 2013

Kita semua punya Potensi yang Sama untuk Sukses Dunia Akherat


Suatu hari ada seorang pemuda mendatangi seorang ustadz. Pemuda itu mengeluh atas keadaan dirinya yang tidak sempurna menurutnya. Dulu, tuturnya, ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar, ia selalu mendapatkan peringkat pertama di kelasnya. Ketika ia memasuki usia remaja, maka kepercayaan dirinya hilang dan kini ia tidak pernah lagi menjadi juara kelas dikelasnya. Dan hal itulah yang ia ceritakan pada sang ustadz.

Ustadz itu bertanya, “Memang apa yang membuatmu tidak percaya diri?” Pemuda itu menjawab, “Ada semacam tompel di wajah saya ustadz. Dan saya malu akan hal ini” Jawab pemuda tadi sambil membuka topi yang ia kenakan dan menyingkapkan sebagian rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Ya, memang benar. Tompel itu ada di sana, tepat berada di pipi kiri sebelah atas wajahnya.

Kemudian sang ustadz tersenyum simpul dan memberikan uang sepuluh ribuan kepadanya. “Untuk apa uang ini ustadz?” Tanya pemuda itu dengan penasaran. “Ambillah uang ini, dan pergilah ke ujung jalan sana. Di sana ada tempat untuk mencukur rambut. Cukurlah rambutmu semuanya.” Jawab sang ustadz dengan tenangnya. Tanpa berpikir panjang lagi, pemuda tadi segera bertanya, “Maksud ustadz di gundul??” Sang ustadz hanya mengangguk sambil tersenyum. “Saya malu ustadz. Kalau rambut saya digundul, nanti tompel saya akan terlihat oleh semua orang. Saya malu ustadz.” Sahut pemuda tadi sambil menunduk lesu. Sang ustadz pun akhirnya angkat bicara, “Kalau begitu, saya tidak bisa membantumu.” Suara sang ustadz begitu tegasnya. “Kenapa ustadz?” Tanya pemuda tadi, terkejut. “Saya tidak bisa membantumu, karena kamu tidak mau membantu dirimu sendiri.”

Perkataan sang ustadz tadi rupanya begitu mengena di hati pemuda itu. Tanpa pikir panjang lagi, ia pun segera mencukur rambutnya dan setelah itu ia kembali menemui sang ustadz, meskipun bisa diakui bahwa kepercayaan dirinya belum seratus persen tumbuh.

Setelah melihat pemuda tadi telah mencukur rambutnya sampai gundul, sang ustadz pun memutarkan sebuah film yang ada di laptopnya. Film itu berkisah tentang seorang pemuda juga. Namun bedanya, pemuda yang ada di film itu memiliki kekurangan fisik. Ia tak memiliki kedua lengan. Namun karena semangat dan perjuangannya, akhirnya dia bisa menunjukkan pada semua orang bahwa kekurangan yang ia miliki tidak menghalangi dia untuk meraih kesuksesan. Ia bisa menulis dan ia bisa melakukan berbagai hal layaknya orang normal pada umumnya. Namun hanya saja apa-apa yang ia lakukan bukan dengan menggunakan kedua lengannya karena memang ia tak punya itu.

Ya, kita sebagai manusia yang diberikan kesempurnaan fisik oleh Allah swt, terkadang sering melupakan hal itu. Kesempurnaan fisik yang kita peroleh adalah sebuah kelebihan yang kita miliki yang tidak dimiliki oleh mereka yang tidak sempurna fisiknya. Namun mengapa kita terlalu sering mengabaikan kelebihan itu dan lebih sering larut dalam kekurangan yang ada pada diri kita.

Kita sering menangis dan bersedih ketika teman-teman kita mempunyai sepatu baru sementara kita tidak memilikinya. Namun di sisi lain, banyak orang-orang yang menangis atau mungkin menjerit dalam hatinya karena bukan hanya sepatu baru yang tidak mereka miliki, namun kaki pun mereka tidak punya. Lalu siapa kita bila dibandingkan dengan mereka?? Kita masih memiliki tangan, kaki, dan fisik yang sempurna, sementara di bagian bumi Allah yang lain, masih banyak saudara-saudara kita yang tidak memiliki apa yang kita miliki.

Mengapa kita sering fokus pada kekurangan yang kita miliki namun lalai terhadap kelebihan yang dianugerahkan Allah untuk kita. Dan karena kita sibuk dengan kekurangan yang kita miliki, akhirnya potensi kelebihan yang ada pada diri kita pun semakin lama semakin kandas karena kita sudah terlalu lama membiarkan kelebihan itu terpuruk dalam dunianya sendiri.

Seekor burung tidak dapat mengubah arah angin, namun ia bisa mengubah arah sayapnya sehingga ia bisa terbang dengan lincah di langit sana dan bisa mengikuti kemana arah angin membawa serta dirinya. Kita pun sama selaku manusia yang diberi kelebihan akal, pikiran, dan fisik yang sempurna dari kedua makhluk lain ciptaan-Nya yaitu tumbuhan dan hewan. Kita tidak bisa merubah ketentuan dan ketetapan Allah, namun kita bisa merubah nasib kita menjadi lebih baik.

“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak mau merubah nasibnya sendiri”

Sukses bukan hanya diukur dari banyaknya harta yang kita miliki, namun sukses juga bisa dilihat dari segi usaha kita mengendalikan hidup yang kita miliki ke arah yang lebih baik. Mulai sekarang, tanamkan keyakinan pada diri kita bahwa setiap kita adalah penting. Karena dari masing-masing kita mempunyai potensi dan kesempatan yang sama yang Allah berikan kepada seluruh hamba-Nya. Hanya tinggal kemauan kita saja, apakah akan memanfaatkan potensi yang ada, atau malah justru menyibukan diri dengan kekurangan yang kita miliki??

Minimalkan kekurangan diri, dan maksimalkanlah kelebihan diri. Sebab setiap kita, adalah PEMENANG!!!! Orang-orang yang kalah adalah mereka yang sudah merasa tidak mampu terlebih dahulu, sebelum mereka mau mencoba suatu hal. Dan orang-orang yang menang adalah mereka yang selalu yakin bahwa dirinya bisa dan yakin bahwa Allah selalu ada untuk hamba-Nya yang selalu mau berusaha.

Bpk SBY, Presiden Remote Control


Bapak SBY, Presiden Remote Control

Written By Kabar PKS on Selasa, 18 Juni 2013 | 23.53

KabarPKS.com - Bandung - Tahun 2004 saat sering mengajar di masjid Rekindo di daerah TMP Kalibata, saya sangat akrab dengan Kopaja 57. Naik dari Cililitan dan turun di perempatan TMP Kalibata, dilanjut jalan kaki. Saat itu lagi hangat-hangat kampanye. Setiap kali mata saya tertuju pada stiker-stiker yang menjadi hiasan angkutan umum di Jakarta. Salah satu stiker itu adalah: SBY: Selamatkan Bangsa yang besar ini!

Ketika diundang menjadi muwajjih ahli di Yayasan Utsmaniyah Citeureup Bogor, tentang Politik dalam Maqashid Syar'iyyah. Saya sempat disemprot oleh para ummahat. Karena saya cenderung berpendapat "kritis" atas kebijakan partai-partai Islam (PBB-PPP-PKS) yang mendukung pasangan SBY-JK, dan tidak ke Amien Rais-Siswono. Walaupun saat putaran kedua, saya tetap memberikan pilihan ke Capres SBY, sang jenderal yang terzhalimi! Begitu kesannya saat itu.

Sekian tahun berjalan, hingga 2 periode kekuasaan pak SBY, saya mencatat hampir tak ada perkembangan positif selain dari kebanggaan saya memiliki Presiden yang gagah, tegap, fasih berbahasa Inggris, Jenderal bintang empat, dan mahir menyanyi.

Saya dan mungkin juga rakyat kebanyakan melihat, sosok SBY hanya menjadi pemimpin formalitas. Karena sejatinya, Presiden hakiki berada di balik layar. Seakan mampu menghipnotis dan menguasai jiwa bapak SBY. Hingga tak ada satu kebijakan pun kecuali atas restu sang remote control.

Tengok kasus Century. Triliyunan rupiah uang rakyat raib begitu saja. Belum kasus Hambalang, bahkan kasus BLBI, korupsi Mantan Presiden Soeharto tak kunjunga jelas. Malah bapak SBY seakan tersandera kasus Lapindo yang melibatkan ARB.

Saya kurang ahli tentang masalah ekonomi. Namun saya merasakan betapa bapak SBY tidak seperti di stiker Kopaja; Selamatkan Bangsa Yang besar ini! Malah justru pak SBY berada di pusaran masalah berikut;

1. Radikalisme yang tidak surut. Akibat dari gaya kepemimpinannya yang tak kunjung tegas, lugas, dan pantas. Membiarkan bibit-bibit radikalitas hingga merasuki unsur-unsur pemerintahan sendiri, para aparat yang jauh lebih radikal dari teroris itu sendiri.

2. Konflik kepentingan. Hanya di Indonesia dan ini terjadi saat Indonesia sudah merdeka 67 tahun, ada Presiden yang menjabat sebagai Ketum Partai, Dewan Kehormatan, Dewan Pembina. Belum lagi faktor keluarga, anak, istri, besan, hingga adik ipar. Padahal dahulu saat BJ Habiebie menjadi Presiden, rakyat -elemen tertentu- menolak kehadiran Ilham Habiebie di IPTN, padahal tak ada yang menyangsikan keahlian dan expert seorang Ilham Habiebie.

3. Ambivalensi aparat dan pejabat di era SBY lebih parah dibanding dengan era Gusdur sekalipun. Perhatikan sikap para pejabat bidang hukum dan ekonomi, mereka sibuk dengan hidden agenda masing-masing. Setiap Pepres/PP yang diteken SBY, hampir tidak dijalankan.

4. Gila hormat dan antikritik. Gaya Pak Harto dijiplak habis-habisan oleh Bapak SBY. Politik pencitraan. SBY dikesankan, "Sempurna! Tanpa cacat!". Maka laporan dan sikap ABS menjadi pilihan semua kalangan. Semua dijinakkan. Bahkan untuk menjinakkan kalangan penulis, undangan ke penulis-penulis kritis pun disebar. Terbukti, para penulis kritis itu sekarang diam membisu. Mungkin sudah cukup bangga mendapatkan cinderamata berupa gambar Istana Kepresidenan. Sedang untuk wartawan dan media massa, maka gratifikasi seks plus-plus menjadi alternatif. Semua agar pers terbungkam dan dikangkangi penguasa.

5. Visi kepemimpinan tentang penyelamatan bangsa sangat rapuh dan tidak jelas arahnya. Hal ini sangat nampak saat pemilu 2009 memilih Boediono. Sosok bermasalah dan sama sekali tak ada kreasi positif di 5 tahun menjadi Wapres. SBY meninggalkan JK, sang Ketum Golkar, menyingkirkan Prof. Yusril Ihza Mahendra, sang kreator koalisi, bahkan terakhir menistakan PKS, partai yang setia dan berjibaku dari awal. Semua dikarenakan ia khawatir ada pesaing dan merongrong wibawanya. Maka yang dibela adalah justru sosok-sosok yang diragukan visi kebangsaan dan niat baik menyelamatkan bangsa ini.

Ini kesan saya tentang Bapak SBY. Masih banyak kesan-kesan saya. Tapi biarlah yang lain ditulis lain waktu. Selamat menaikkan BBM, meningkatkan harga-harga, dan menurunkan harkat martabat kami sebagai rakyat. Saya tetap mendoakan semoga Pak SBY husnul khatimah. Semoga saja ada di antara anak cucu beliau yang nantinya menjadi penyelamat bangsa yang besar ini! Kendati namanya tidak SBY lagi! Saya pun tidak akan terlalu kritis, khawatir nanti diundang ke istana menjadi pembaca doa syukuran berakhirnya kekuasaan Bapak SBY! Titip salam saya bagi pemilik dan penggerak remote control ya pak!


Bandung, 18/06/13

By: Nandang Burhanudin, Lc
http://www.kabarpks.com/2013/06/bapak-sby-presiden-remote-control.html

Monday, 17 June 2013

Bpk Fikri Faqih mau jadi Bupati Kab. Tegal?

kemaren tanggal 16 Juni 2013, semua Pengurus DPD, DPC, DPRa se-kabupaten Tegal berkumpul untuk sosialisasi akan pencalonan Bpk Fikri Faqih (DPR JaTENG). dilihat dari keperluannya. beliau ingin mengukur sejauh mana kekuatan PKS di Kabupaten Tegal. Kita liht saja, apakah beliau akan mencalonkan diri atau tidak.. kami selaku DPRa Pacul menunggu Tugas ini. semoga kita semua bisa bergerak dengan penuh semangat. karena  kita bekerja dengan Cinta, Kerja dan Harmoni..AllahuAkbar

Saturday, 8 June 2013

Innalillahi Wa inna ilaihi rooji'uun bpk Taufiq Kemas telah meninggal Dunia


Innalillaahi Wa Inna Ilaihi Rooji'uun, Bpk.Taufiq Kiemas (Ketua MPR RI) Meninggal Dunia di Singapura

Written By Kabar PKS on Sabtu, 08 Juni 2013 | 22.18


KabarPKS.com - Jakarta - Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas, telah meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Singapura, Sabtu (8/6) malam. Seperti dilansir oleh Kompas.com, salah seorang staf Taufiq mengatakan Taufik meninggap dunia pada pukul 19.01 waktu Singapura (atau pukul 18.01 WIB).

Ketua DPP PDIP, Pramono Anung, dalam kicauannya di Twitter, Sabtu malam ini menulis bahwa Taufiq Kiemas telah meninggal dunia. " #Telah meninggal dunia Bapak Haji Taufiq Kiemas saat ini dan mohon diampuni seluruh kesalahan dan didoakan," tulis Pramono di akun Twitter-nya.

Taufik yang lahir di Jakarta, 31 Desember 1942, meninggalkan seorang istri Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala.

Sebelumnya diberitakan, Taufiq Kiemas, yang juga politisi senior PDI Perjuangan, tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura, Sabtu (8/6/2013).


Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pareira mengatakan, Taufiq telah menjalani perawatan di Singapura setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (1/6/2013). Peresmian dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945.(kompas/kabarpks)
http://www.kabarpks.com/2013/06/innalillaahi-wa-inna-ilaihi-roojiuun_8.html#.UbNLwZqzTL4.facebook

Friday, 7 June 2013

PKS Kembali Difitnah, Spanduk Provokasi Hasil Rekayasa Digital Beredar di Socmed



Written By Kabar PKS on Sabtu, 08 Juni 2013 | 00.25


KabarPKS.com - Jakarta - Di tengah gencarnya sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak kenaikan harga BBM, muncul spanduk palsu bernada provokasi menurunkan SBY-Boediono. Selain itu, di media sosial juga beredar foto rekayasa.


Hakim meminta masyarakat hati-hati jika menemukan spanduk PKS yang bernada provokasi. Spanduk yang disebar PKS lebih pada upaya sosialisasi kepada masyarakat terkait sikap penolakan kenaikan BBM. Jika ada spanduk turunkan SBY pasti bukan dari struktur dan kader PKS.

Sementara itu, foto yang menampilkan spanduk bertuliskan “Ayo Rakyat Gabung dengan PKS, Kita Lawan Rejim SBY Tolak Kenaikan Harga BBM, PKS Siap Keluar dari Koalisi Setan, PKS Sudah Tidak Butuh Jatah Menteri, Rejim SBY Jongos Zionis & Neolib” di depan kantor DPP PKS diketahui sebagai foto hasil rekayasa digital. 

Spanduk yang asli pada foto tersebut adalah ucapan “Selamat Datang KPK di DPP PKS.” Warga Jakarta yang lewat di depan kantor DPP Jalan TB Simatupang bisa membuktikan bahwa foto spanduk provokasi itu hanya fitnah terhadap PKS. [JJ/Kum/bsb/isl/kabarpks]

Wednesday, 5 June 2013

PKS Bekerja Sesuai dengan AMANAH Yang Diberikan


PKS Bekerja Sesuai Amanah yang Diberikan

Written By Kabar PKS on Rabu, 05 Juni 2013 | 21.11


KabarPKS.com - Pasuruan - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) solid dan konsisten dengan amanah yang diberikan. Para kader PKS yang duduk di parlemen komitmen membawa aspirasi masyarakat yang mayoritas menolak kenaikan BBM. Sedangkan untuk menteri-menteri dari PKS mendukung karena mereka adalah pembantu presiden, mendukung pemerintah adalah tugas dan kewajiban para menteri.

“Negara kita kan menganut presidensial, menteri-menteri itu wajib membantu presiden. Sementara kita di DPR harus menyerap aspirasi masyarakat,” kata Anis Matta di sela-sela silaturahim di Ponpok Pesantren Kramat (Bani Thoyib), Kraton, Pasuruan, Rabu (5/6/2013).

Sikap tegas Fraksi menolak kenaikan BBM adalah menjembatani aspirasi rakyat yang tidak menginginkan harga BBM naik.

“Survei menunjukan bahwa 85 persen penduduk menolak kenaikan BBM,” tandasnya.

Sedangkan sikap para menteri PKS yang memberi keterangan ke media-media bahwa mereka mendukung keputusan pemerintah menaikan harga BBM adalah tidak lain hanya menjalankan kewajibannya sebagai menteri.

"Menteri ya harus setuju, menteri harus nurut, kalau beda lucu dong. Menteri itu pembantu presiden," kata anggota Majelis Syuro PKS, Refrizal, dalam kesempatan sama.(dtk/kabarpks)

Friday, 31 May 2013

Inilah Alasan PKS menolak BBM Naik



Written By Kabar PKS on Rabu, 29 Mei 2013 | 14.17

KabarPKS.com - Jakarta - Bahan bakar minyak (BBM) merupakan hajat hidup seluruh rakyat. BBM merupakan stimulus penggerak ekonomi rakyat. Pemerintah telah merencanakan untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi pada pertengahan tahun 2013 ini. Disisi lain kenaikan harga BBM bersubsidi akan berpengaruh terhadap kehidupan dan kesejahteraan rakyat secara luas. 

Mengapa Kita Menolak?

I. Kondisi Sosial dan Perekonomian Tidak Mendukung
   1. Kenaikan harga BBM Bersubsidi akan meningkatkan jumlah rakyat miskin. Rakyat miskin akan bertambah 4 juta jiwa lebih.

   • Pemerintah memproyeksikan penambahan jumlah orang miskin yang meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter untuk premium dan solar Rp 1.000 per liter mencapai 4 juta jiwa. Angka kemiskinan bisa bertambah menjadi 11,85%-12,1% sepanjang 2013. Sedangkan target tahun ini sebesar 9%-10,5%. Menurut Menteri Keuangan baseline jika tidak menaikkan harga BBM subsidi prosentase kemiskinan 10,5%, tetapi dengan kenaikan harga BBM Bersubisidi akan meningkat 12,1% atau naik 1,6% menjadi 4 juta jiwa.

   • Perhitungan pemerintah secara umum sangat konservatif, kemukinan dampak terhadap kemiskinan akan lebih besar dan bahkan juga akan menambah jumlah masyarakat yang mendekati miskin (near poor) semakin besar. 

  2. Kenaikan harga BBM Bersubsidi untuk seluruh segmen masyarakat apalagi dengan angka yang relatif cukup tinggi akan meningkatkan beban hidup sehari-hari rakyat secara signifikan. Dampak inflasi secara keseluruhan, baik pada ekspektasi inflasi yang terbentuk, inflasi first round saat kebijakan diambil maupun second round pasca kebijakan akan sangat besar mengingkat kebijakan ini sudah memasuki bulan-bulan dengan inflasi cukup tinggi karena memasuki tahun ajaran baru sekolah, Ramadhan dan Idul Fitri. 

  • Bank Indonesia (BI) telah menyampaikan bahwa inflasi kedepan semakin berat. BI sedang mewaspadai tingkat inflasi ke depan yang semakin berat, apalagi inflasi tersebut masih dibayangi oleh perekonomian global yang masih bergejolak. BI juga telah menyampaikan bahwa inflasi selama Kuartal I 2013 telah lebih tinggi dari perkiraan semula. Bahkan untuk inflasi Maret 2013 sudah melebihi batas atas target bank sentral. Inflasi Maret 2013 sebesar 0,63 persen dan secara tahunan, inflasi sudah 5,9 persen, melebihi batas target inflasi dari bank sentral 5,5 persen. Laporan BPS terbaru juga menunjukan inflasi tahun kalender atau dari Januari-April 2013 mencapai 2,32 persen sehingga inflasi tahunannya telah mencapai 5,57 persen.

  • Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan mendorong inflasi hingga 7,76 persen. Sementara asumsi pemerintah dalam Rancangan RAPBN Perubahan 2013 hanya sebesar 7,2 persen. Proyeksi ini secara umum sangat konservatif. Karakter inflasi di Indonesia menunjukan bahwa inflasi IHK adalah fenomena kota, sehingga inflasi bagi masyarakat di pedesaan bisa tembus 10 persen. BI juga telah memproyeksikan inflasi harga pangan bergejolak (inflasi volatile food) termasuk karena kebijakan ini dapat mencapai 11,7 persen atau bahkan lebih tinggi.

  • Rencana menaikkan harga BBM bersubsidi akan dihadapkan pada risiko inflasi yang tinggi pada Juni, Juli dan Agustus karena merupakan bulan liburan sekolah dan tahun ajaran baru, sekaligus memasuki bulan Ramadhan dan persiapan lebaran atau Idul Fitri. Dan ini akan menjadi pengganda dampak yang serus dan akan memukul daya beli dan kesejahteraan rakyat.
  • Dengan demikian dampak inflasi kenaikan harga BBM Bersubsidi menjadi berlipat dan akan membebani rakyat yang miskin, karena menurunnya daya beli, terpukulnya dunia usaha dan potensi munculnya pengangguran baru

  3. Kenaikan harga BBM Bersubsidi juga akan merusak prospek ekonomi yang sudah mengalami perlambatan serius. 

  • Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2013 sedang melambat menjadi hanya 6,02% atau terendah selama 3 tahun terakhir dengan tren yang terus menurun. Perlambatan pada 3 bulan pertama 2013 disebabkan oleh pelemahan pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dari 9,97% pada kuartal I/2012 menjadi 5,9% pada kuartal I/2013.

  • Pelemahan pertumbuhan ekonomi juga tidak lepas dari pengeluaran konsumsi pemerintah yang melambat dari 6,45% menjadi 0,42%. Meskipun tetap tumbuh, kinerja ekspor barang dan jasa melambat dari 8,23% menjadi 3,39%. Krisis global yang masih berlanjut membuat ekspor sejumlah komoditas juga melambat, seperti minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan bijih, kerak serta abu logam. 

  • Satu-satunya komponen yang menunjukkan pertumbuhan yang masih cemerlang adalah konsumsi rumah tangga yakni dari 4,94% menjadi 5,17%. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tetap melaju didorong oleh konsumsi masyarakat golongan menengah yang relatif kebal terhadap inflasi. Selain makanan, konsumsi produk otomotif, barang elektronik masih meningkat.

  • BPS mencatat PDB atas dasar harga berlaku pada kuartal I/2013 mencapai Rp2.146,4 triliun atau naik 8,65% dari periode sama 2012. Konsumsi rumah tangga member kontribusi 55,64%, diikuti PMTB 32%, konsumsi pemerintah 6,81%, perubahan inventori 3,41%, diskrepansi statistik 3,16% dan net ekspor minus 1,02%.

  • Hal ini menunjukkan bahwa Konsumsi rumah tangga sebagai penghela perekonomian masih sangat penting dan akan menjadi buruk ketika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi secara keseluruhan.

  4. Menjelang Pemilu 2014, rencana kenaikan harga BBM ini sangat bermotif politik, apalagi ditambah rencana menggelontorkan program BLT (Bantuan Langsung Tunai) atau BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat). Dilihat dari skenario 2008 yang dilakukan pemerintah, pada tanggal 24 Mei 2008 harga BBM dinaikan menjadi Rp.6.000/liter, lalu pada 1 Desember 2008 diturunkan menjadi Rp.5.500/liter, pada tanggal 15 Desember 2008 diturunkan lagi jadi Rp.5.000/liter, dan pada  15 Januari 2009 (persis 3 bulan sebelum Pemilu 2014) harga BBM diturunkan lagi menjadi Rp.4.500/liter. Sehingga ada 2 keuntungan politis yang dirampas pemerintah, pencitraan lewat pembagian BLT dan pencitraan dengan penurunan harga BBM hingga 3 kali.


II. Kebijakan Energi yang Buruk 

  1. Rencana menaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah ditahun 2013 ini menimbulkan tanda tanya besar, karena tidak ada fluktuasi harga minyak dunia. Bahkan Indonesian Crude Price (ICP) dalam beberapa hari belakang justru menurun hingga 104US$/Barrel. Dalam rencana pemerintah menaikan harga BBM ditahun 2008 dan 2012 lalu, harga ICP melonjak menjadi 124,6 US$/Barrel (Mei 2008), dan 128,1 US$/Barrel (Maret 2012). 

  2. Saat ini tidak ada situasi eksternal yang mengharuskan pemerintah menaikan harga BBM, hanya faktor internal yang seharusnya sudah diantisipasi pemerintah sejak dahulu lewat berbagai program pengendalian konsumsi energi fosil dan pengembangan energi baru terbarukan.

  3. Miskinnya alasan pemerintah dalam rencana menaikan harga BBM tahun 2013 diakibatkan kegagalan pengendalian kuota BBM dan pengembangan energi alternatif selain minyak bumi. Kuota BBM melonjak drastis selama 3 tahun terakhir, hingga 45 Juta Kiloliter ditahun 2013 ini. Bahkan kuota ini juga diprediksi akan terlewati hingga 50 Juta Kiloliter.

  4. Kuota BBM yang semakin melonjak ini disebabkan karena kegagalan pengembangan energi alternatif baik untuk sektor transportasi, pembangkit listrik dan pabrik. Infrastuktur BBG tidak dibangun secara progressif, bahkan sejumlah SPBG ditutup karena kesulitan pasokan gas, sementara hasil gas bumi Indonesia di ekspor ke luar negeri. Pemerintah juga tidak pernah berkaca dari keberhasilan konversi kerosene ke gas, yang dapat mengatasi kelangkaan minyak tanah dan memperbaiki energi mix.

  5. Selain itu, subsidi BBM yang terlalu besar juga diakibatkan oleh kelalaian impor BBM yang telah dilakukan pemerintah selama bertahun-tahun. BBM yang diimpor pemerintah adalah BBM berkualitas Pertamax (RON 90 dan 92) karena BBM RON 88 sudah jarang diproduksi Negara lain. Untuk menghasilkan BBM jenis Premium (sebagaimana jenis BBM yang disubsidi APBN), maka pemerintah harus menurunkan RON nya menjadi 88, yaitu dengan mencampurkan BBM Impor tersebut dengan Naptha (cairan perubah angka oktan). Praktik seperti ini justru meningkatkan cost BBM hingga harga keekonomian Premium menjadi lebih dari Rp.9.500/liter, bahkan disinyalir justru lebih mahal dari Pertamax, sehingga besaran subsidi BBM secara keseluruhan membengkak.

  6. Kelalaian impor BBM yang telah bertahun-tahun ini seolah-olah dibiarkan pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari arus minyak nasional yang tidak mengalami perubahan signifikan selama 5 tahun terakhir ini. Selain impor BBM meningkat, impor minyak mentah juga terus terjadi karena minyak mentah hasil perut bumi Indonesia di ekspor. Minyak mentah Indonesia di ekspor karena tidak sesuai dengan spesifikasi kilang minyak dalam negeri. Seandainya, pemerintah serius membenahi pengelolaan energi nasional, tentulah kilang-kilang minyak dalam negeri akan dibangun sesuai spesifikasi minyak mentah Indonesia, untuk menghindari impor BBM yang terus meningkat.

  7. Kebijakan penghapusan subsidi BBM bukan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan terkait dengan kebijakan liberalisasi ekonomi yang tengah berlangsung di Indonesia. Penghapusan subsidi BBM merupakan bagian dari scenario besar memperbesar mekanisme pasar dalam ekonomi Indonesia, sejalan dengan pemisahan (unbundling) industri hilir Pertamina dan UU Migas No. 22/2001 yang semakin membuka peluang bagi perusahaan multi-nasional untuk memperluas pasar hingga tingkat distribusi dan ritel.

III. Masih Terdapat Alternatif Sumber Pembiayaan

  1. PKS berpandangan bahwa ketika harga BBM tidak dinaikkan, maka anggaran subsidi BBM dalam APBNP akan kemungkinan besar akan membutuhkan tambahan. Namun dengan tidak ada kenaikan harga BBM maka tentunya tidak diperlukan dana untuk kompensasi yang berpotensi bermasalah.

  2. Untuk menutupi kekurangan dana pemerintah masih mungkin mendisain postur APBNP 2013 agar tidak meningkatkan defist dengan beberapa cara, sehingga masih dibawah batas yang dibolehkan Undang-undang sebesar 3% dari PDB.

  3. Alternatif untuk menutup kekurangan dana adalah dengan sedikit mengubah postur APBNP 2013, diantaranya dengan:

  a. Pemerintah dapat memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) secara optimal. SAL tahun 2012 mencapai Rp69,77 triliun yang merupakan penjumlahan dari SAL 2011 sebesar Rp35,76 triliun dan SILPA tahun 2012 sebesar Rp34 triliun. Tentu saja SAL dapat dialokasikan untuk cadangan fiskal tetapi mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya dimana penyerapan anggaran tidak optimal maka cadangan fiskal tidak harus terlalu besar, karena akan terdapat SILPA di tahun 2013.

  b. Pemerintah dapat mempertahankan atau meningkatkan penerimaan pajak. Hal ini masih memungkinkan mengingat kondisi tax ratio yang masih potensial untuk bisa ditingkatkan. Pemerintah juga perlu serius untuk melakukan extra effort dalam rangka menghapus mafia perpajakan, meningkatkan tax compliance khususnya wajib pajak KPP large tax office dan KPP Khusus, serta menurunkan tingkat tax evasion melalui upaya transfer pricing khususnya oleh perusahaan asing. Kepatuhan perusahaan untuk membayar pajak secara benar harus terus ditingkatkan, saat ini baru sekitar 500 ribu perusahaan yang membayar pajak. Selain itu dengan struktur pendapatan penduduk di Indonesia (BPS, 2010): 8,8 juta berpenghasilan diatas USD 14.000 pertahun dan 25 juta berpenghasilan USD 5.500 pertahun, maka seharusnya penerimaan dari Wajib Pajak (WP) Pribadi juga bisa naik. Penerimaan pajak dari sektor-sektor yang diindikasi masih under tax, seperti pertambangan dan telekomunikasi masih potensial ditingkatkan.

  c. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga masih potensial untuk ditingkatkan. Penerimaan royalti dan bagi hasil migas dan pertambangan perlu dioptimalisasi dengan mereview dan melakukan audit penentuan cost recovery, serta melakukan audit kinerja pertambangan. Kementerian terkait juga perlu melakukan upaya serius untuk mengolah minyak bagian pemerintah di kilang-kilang dalam negeri, sehingga nilai tambah sektor migas dapat optimal bagi perekonomian domestik.
  d. Penghematan belanja barang dan pegawai yang masih banyak inefisiensi. Belanja barang (termasuk jasa) selama ini masih banyak yang tidak tepat dan bersifat pemborosan, termasuk biaya perjalanan dinas. Selain itu dengan remunerasi birokrasi yang sudah berjalan, seharusnya juga terjadi penghematan belanja pegawai melalui penggurangan honor-honor kegiatan birokrasi yang tidak tepat. 

Kesimpulan Menolak

  1. PKS secara tegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM Bersubsidi. PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi karena akan berdampak pada kenaikan harga-harga barang, memukul daya beli rakyat, menambah jumlah rakyat miskin dan merusak prospek ekonomi sehingga semakin buruk. Selain itu PKS menilai pilihan terhadap kebijakan ini akan mendorong gejolak sosial dan resistensi publik serta merusak harmoni sosial.

  2. PKS menilai kegagalan pemerintah melalui kementrian-kementrian terkait dalam berbagai kebijakan terkait tatakelola energi nasional sehingga masyarakat dapat mengakses energi yang relatif murah tidak selayaknya dibebankan kepada rakyat. Ketidaksungguhan pemerintah dalam pengembangan energy mix dan menyiapkan sistem serrta infrastruktur pengaturan BBM Bersubsidi berdasarkan roadmap yang telah disepakati dengan DPR tidak boleh diselesaikan dengan cara-cara yang instan dan mengambil langkah short cut. Jika cara ini yang diambil maka persoalan tidak akan selesai, sementara dalam jangka menengah sulit diharapkan mampu menuntaskan akar permasalahannya, sehingga rakyat akan terus menjadi korban.

  3. Kedepan pemerintah perlu lebih serius dan komprehensif mendorong perbaikan arah kebijakan subsidi agar semakin tepat sasaran dan juga pengembangan energy mix yang semakin sehat dalam jangka menengah. Agar persoalan BBM subsidi tidak terus menerus menjadi permasalahan yang membelenggu maka Fraksi PKS meminta pemerintah agar: (1) Membenahi kebijakan energi yang mengutamakan ketahanan energi nasional di atas kepentingan-kepentingan jangka pendek; (2) Melakukan diversifikasi energi; (3) Membangun infrastruktur energi secara kokoh; (4) Memperbaiki sistem transportasi masal (termasuk konversi BBM ke BBG); (5) Meningkatkan lifting minyak (di sini harus disertai audit terhadap lifting minyak oleh auditor independent); (6) Melakukan audit efisiensi impor BBM dan hedging harga BBM; (7) melakukan real-time monitoring terhadap lifting minyak nasional; (8) melakukan upaya serius untuk mengolah minyak bagian pemerintah di kilang-kilang dalam negeri; (9) Membuat target yang jelas dalam pembangunan kilang dan SPBU baru; (10) Memperbaiki kinerja BUMN energi; (11) Pemerintah perlu mendorong Pertamina dan PLN untuk memanfaatkan fasilitas hedging agar mendapatkan tingkat harga yang fixed; dan (12) Meningkatkan lifting minyak bumi dengan mengoptimalkan reserve proven minyak bumi nasional melalui kegiatan eksplorasi disektor hulu.
http://www.kabarpks.com/2013/05/inilah-alasan-pks-menolak-kenaikan.html#.Uak2W8R3m-c.facebook