PK Sejahtera

Monday, 24 June 2013

Ketika Cinta Dalam beKerja, dilakukan secara Harmoni


Cinta, Kerja Dan Harmoni
Tak perlu ada Panggung ratapan
Untuk setiap Ujian yang datang
Namun harus hadirkan kebangkitan
Untuk terus maju menatap masa depan

Kita masih hidup di langit yang sama
Dengan hembusan angin yang tak berbeda
Maka tak ada kata mundur kebelakang
Karena matahari masih bersinar terang

Cinta... Kerja... Harmoni...
Mari kita wujudkan

Dengan Cinta, Kita Bersama
Dengan kerja, Kita berkarya
Dengan Harmoni, Kita satu hati
Maka kan jayalah negeri ini
-------

Friday, 21 June 2013

"Keluh Kesah seorang Ketua DPRa PKS"


Di saat ingin menggerakkan kader PKS di ranah ranting, ternyata di sisi lain, yakni di DPP sedang dirundung masalah kasus. yakni  mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq( walaupun belum jadi pelaku).
saya begithu bingung, namun dengan kemantapan hati saya terus berjuang. suatu ketika saya mendapatkan amanah dari DPC untuk memasang 3 Bendera PKS di Depan rumah sekretariat DPRa PKS, saya pasang. dan tidak bertahan 3 hari, ternyata adayang mencopotnya. bahkan bukan hanya dicopot talinya, tapi dipotong alias dibrebet agar tidak bisa dipasang lagi.
lain waktu, ketika mendekati hari Pilkada, ada yang melihat stiker cagub-cawagub usungan PKS HP-DON. ada yang berkomentar PKS korupsi ngapain dipilih. udah gak ngasih duit ke kita-kita, tapi korupsi merajalela. ngakunya partai Islam. tapi nyatanya bermain-main dengan politik yang notabene selalu kotor.

waktu itu saya berfikir, mungkin mereka benar. namun apakah mereka tau yang sebenarnya, bahwa Kader-kader PKS itu begitu menjunjung tinggi Keadilan, selalu diberi pembinaan tiap pekan. mendapatkan pelatihan menjadi Da'i dan murobbi. menjaga hijab dan lain sebagainya. saya gak habis pikir, kenapa di mata masyarakat memandangnya satu orang pemimpin terus disalahkan semua orang yang dipimpinnya.? kami yakin, suatu saat akan ada perubahan pandangan di mata Masyarakat luas tentang PKS. Innallaha Ma'asshobiriin
Hadapilah segala Ujian
Dalam kesulitan pasti ada kemudahan

Thursday, 20 June 2013

Kekuasaan Alloh pada Lalat



Semua kita pasti tahu, apa itu lalat! Ya, ia seekor makhluk Allah Swt yang dikenal suka hinggap di tempat-tempat yang jorok dan banyak membawa penyakit/kuman. Sekalipun begitu, ia ada disebutkan di dalam al-Qur`an dan juga hadits nabawi. Lantas, apa keistimewaannya, sehingga Allah subhanahu wata’aala menyebut dan menyinggungnya? Adakah hikmah di balik itu? Bagaimana kedudukannya di dalam hadits nabi shallallahu ‘alahi wasallam? Adakah pernyataan ilmiah yang menunjukkan keistimewaannya? Melalui halaman yang singkat ini, Insya Allah subhanahu wata’aala kita akan menyinggung secara ringkas tema-tema tersebut.

Lalat yang di dalam bahasa Arabnya, “adz-Dzubab” disinggung dalam satu ayat, yaitu ayat 73, surah al-Hajj. Allah subhanahu wata’aala berfirman, artinya, “Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun. Walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS.al-Hajj: 73)
Dalam ayat ini terdapat seruan agar bertauhid kepada Allah Swt dan kecaman terhadap kesyirikan dan orang-orang Musyrik. Sebagaimana dinyatakan Ibn Katsir rahimahullah dalam ayat ini Allah Swt mengingatkan betapa hina-dinanya berhala-berhala itu dan betapa piciknya akal para penyembahnya.
Apa yang disembah orang-orang jahil dan musyrik itu diberi perumpamaan dengan sesuatu yang hina, yaitu seekor lalat. Bahwa sekalipun semua sesembahan mereka yang berupa berhala-berhala dan patung-patung itu berkumpul untuk menciptakan seekor lalat saja, benda-benda mati itu tidak akan pernah mampu melakukannya. Padahal apalah arti seekor lalat; makhluk yang sangat hina dan jorok. Bahkan, jangankan menciptakan, bila ada seekor lalat merampas sesuatu dari tubuhnya, berhala-berhala itu tak mampu untuk melindungi diri sendiri. Jadi alangkah lemah dan hinanya berhala-berhala itu, bilamana seekor lalat yang dikenal lemah dan jorok justeru lebih kuat darinya. Karena itu, keduanya sama-sama lemah, baik lalat maupun berhala-berhala itu.
Syaikh Abu Bakar al-Jaza`iri mengatakan, “Dibuatnya permisalan dengan seekor lalat itu merupakan sesuatu yang baik dalam bahasa Arab, karena dapat lebih mendekatkan kepada pemahaman.”
Allah subhanahu wata’aala menyebutkan sesuatu di dalam al-Qur`an bukan asal sebut. Pasti ada nilai lebih dari apa yang disebutkan itu. Contohnya, Allah Swt banyak bersumpah dengan makhluk ciptaan-Nya seperti matahari, waktu Dhuha, dan seterusnya. Itu semua karena apa yang dijadikan objek sumpah itu memiliki nilai lebih di sisi Allah subhanahu wata’aala. Dan terbukti secara ilmiah kemanfaatannya bagi alam semesta ini, tak terkecuali penyebutan seekor lalat.
Lalat di Dalam Hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam.
Bilamana di dalam al-Qur`an hanya disebutkan dalam satu ayat saja, maka di dalam hadits Nabi Saw penyebutannya lebih banyak. Salah satunya, terkait dengan adanya ‘dualisme’ dalam diri lalat itu. Artinya, di satu sisi pada dirinya itu terdapat racun, namun di sisi yang lain justru sebagai penawarnya yaitu yang ada pada kedua sayapnya.
Di antara hadits-hadits itu adalah sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah  Saw bersabda,“Jika lalat terjatuh di minuman salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah ia, kemudian lepaskanlah (buanglah), karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat (penawar).” (HR. al-Bukhari)
Hadits mengenai hal ini cukup banyak dan dipaparkan dengan redaksi yang hampir mirip.
Lalat binatang yang menjijikkan
Sepintas, hadits ini bagi kelompok yang berlebihan dalam mengkultuskan akal, seperti kelompok Mu’tazilah dan para Orientalis, hadits ini dianggap irrasional (tidak masuk akal). Sebab menurut akal mereka, bagaimana mungkin dapat diterima kenyataan bahwa lalat yang menjijikkan itu memiliki penyakit (racun) sekaligus obat (penawar). Apalagi bila ia terjatuh pada minuman, maka harus dibenamkan semua badannya agar minuman tersebut dapat dikonsumsi lagi dan tidak membahayakan. Sungguh menjijikkan. !!
Tetapi realitasnya, hadits tersebut dari sisi kualitasnya adalah hadits yang shahih. Karena itu, tidak ada tempat dan alasan untuk menolaknya, sebab yang mengucapkannya adalah Nabi Muhammad Saw yang tidak mengatakan sesuatu kecuali berdasarkan wahyu Allah subhanahu wata’aala (QS. an-Najm:3).
Bagi orang beriman, bilamana telah terbukti secara valid dan kuat keshahihan kualitas suatu hadits, maka terlebih dulu ia harus meyakini kebenarannya, terlepas apakah ada hikmah di balik itu ataukah tidak! Hadits ini termasuk mukjizat Nabi shallallahu ‘alahi wasallam dari sisi ilmiah. Lalu, apakah memang terbukti secara ilmiah demikian.?
Pernyataan Ilmiah Tentang Lalat.
Seiring dengan perkembangan zaman dan majunya dunia ilmu pengetahuan, tampak jelaslah kebenaran hadits Nabi Saw tentang lalat. Dalam hal ini, dunia kedokteran berhasil membuktikan keilmiahan ucapan Rasulullah Saw itu.
Prof.DR.Amin Ridha menjelaskan beberapa poin tentang kenyataan tersebut, di antaranya, “… Ketiga, tidak benar kalau dikatakan bahwa dunia kedokteran belum pernah mengadakan pengobatan suatu penyakit dengan menggunakan lalat. Lalat pernah digunakan sebagai obat bagi penyakit borok menahun dan paru (Frambosia Tropica), yang terjadi pada 30 tahun pertama abad ke-20, sebelum struktur kimia sulfa ditemukan.
Untuk keperluan itu, lalat dipelihara secara khusus. Penemuan membuktikan bahwa lalat mengandung virus pembunuh kuman (bakterial). Dari penelitian itu ditemukan, bahwa lalat di samping membawa kuman-kuman penyakit, ia juga membawa bakterial yang membunuh kuman-kuman. Penelitian ini terhenti karena di saat yang bersamaan, ditemukan struktur kimia sulfa.
Keempat, Hadits tentang lalat menginformasikan adanya sejenis racun pada lalat. Kenyataan ini baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern dua abad belakangan. Sebelumnya, bisa jadi orang tidak mempercayai kebenaran hadits tentang lalat ini. Jika sudah ditemukan bahwa lalat selain membawa penyakit, ia juga mengandung bakterial pembunuh kuman, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui:
Tidak benar, kuman yang dibawa lalat berbahaya dan menyebabkan berbagai penyakit.
Tidak benar, banyaknya kuman yang dibawa oleh lalat cukup untuk menimbulkan penyakit bagi orang yang menelan kuman itu.
Tidak benar, tubuh manusia dapat terhindar sama sekali dari semua kuman berbahaya. Kalau seandainya begitu, justeru itulah yang sangat berbahaya bagi manusia. Sebab jika tubuh manusia berulang-ulang kemasukan kuman yang berbahaya dalam jumlah sedikit, maka kuman akan menjadi daya tahan terhadap kuman-kuman sejenisnya. Hadits tersebut memberikan informasi penting adanya kuman pada lalat, yang berlawanan dengan racun yang dibawanya. Ini membuktikan bahwa bakteri, virus dan kuman sejenisnya saling berperang dan saling mematikan; yang satu membunuh yang lain dengan jalan mengeluarkan zat beracun. Zat beracun ini yang kemudian digunakan sebagai bahan pengobatan yang lazim disebut antibiotika, seperti: Penicilin dan Cloromicitin. Dan ini bukan saja ada pada lalat, hampir semua binatang berbisa ternyata bisanya itu malah menjadi penyembuh, jika dijadikan sebagai obat. Segala sesuatu yang belum ditemukan dan belum diteliti oleh ilmu pengetahuan jangan diramalkan. Tetapi penelitian harus dilakukan selengkap dan sesempurna mungkin dan tidak boleh dihentikan. Oleh karena itu, merupakan tindakan yang salah jika tergesa-gesa menilai ketidakrasionalan hadits tentang lalat ini tanpa bukti dari hasil penelitian ilmiah modern.”
Perlu diketahui, lalat hinggap pada barang-barang yang dipenuhi kuman-kuman, yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Sebagian kuman itu berpindah ke organ tubuh lalat, dan sebagian lainnya dimakan. Dari kuman-kuman ini terbentuk unsur toxine di dalam tubuhnya, yang menurut istilah medis disebut antibakteria. Dialah yang bertugas membunuh berbagai kuman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini tidak mungkin bertahan hidup atau mempengaruhi tubuh manusia, selagi masih ada antibakteria, khususnya pada salah satu sayap lalat.
Karenanya, ia mampu mengarahkan bakteri ke arahnya, maka jika ada lalat yang jatuh pada makanan atau minuman, lalu kuman yang menempel pada sebagian organ tubuhnya berpindah ke makanan atau minuman, maka antibakteria yang juga dibawa lalat pada salah satu sayapnya akan bekerja membunuh kuman. Bila di sana ada penyakit, maka obatnya juga tidak akan jauh dari penyakit itu. Maka lalat tersebut dapat dibenamkan secara keseluruhan, baru kemudian dibuang. Hal ini sudah cukup untuk membunuh kuman yang dibawa lalat dan akan merusak kerja kuman tersebut. Selain itu, lalat bisa menyuburkan pembenihan kuman beberapa penyakit. Setelah beberapa saat kuman itu pun mati dan pengaruhnya tidak tampak. Kemudian dalam lalat itu terbentuk unsur yang membunuh kuman-kuman yang dinamakan anti-bakteria. Apabila inti lalat diletakkan pada larutan yang bersih, maka akan diketahui empat macam kuman yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, namun ada pula empat macam unsur yang mampu membunuh empat macam kuman itu, wallahu a’lam.

Tuesday, 18 June 2013

Kita semua punya Potensi yang Sama untuk Sukses Dunia Akherat


Suatu hari ada seorang pemuda mendatangi seorang ustadz. Pemuda itu mengeluh atas keadaan dirinya yang tidak sempurna menurutnya. Dulu, tuturnya, ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar, ia selalu mendapatkan peringkat pertama di kelasnya. Ketika ia memasuki usia remaja, maka kepercayaan dirinya hilang dan kini ia tidak pernah lagi menjadi juara kelas dikelasnya. Dan hal itulah yang ia ceritakan pada sang ustadz.

Ustadz itu bertanya, “Memang apa yang membuatmu tidak percaya diri?” Pemuda itu menjawab, “Ada semacam tompel di wajah saya ustadz. Dan saya malu akan hal ini” Jawab pemuda tadi sambil membuka topi yang ia kenakan dan menyingkapkan sebagian rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Ya, memang benar. Tompel itu ada di sana, tepat berada di pipi kiri sebelah atas wajahnya.

Kemudian sang ustadz tersenyum simpul dan memberikan uang sepuluh ribuan kepadanya. “Untuk apa uang ini ustadz?” Tanya pemuda itu dengan penasaran. “Ambillah uang ini, dan pergilah ke ujung jalan sana. Di sana ada tempat untuk mencukur rambut. Cukurlah rambutmu semuanya.” Jawab sang ustadz dengan tenangnya. Tanpa berpikir panjang lagi, pemuda tadi segera bertanya, “Maksud ustadz di gundul??” Sang ustadz hanya mengangguk sambil tersenyum. “Saya malu ustadz. Kalau rambut saya digundul, nanti tompel saya akan terlihat oleh semua orang. Saya malu ustadz.” Sahut pemuda tadi sambil menunduk lesu. Sang ustadz pun akhirnya angkat bicara, “Kalau begitu, saya tidak bisa membantumu.” Suara sang ustadz begitu tegasnya. “Kenapa ustadz?” Tanya pemuda tadi, terkejut. “Saya tidak bisa membantumu, karena kamu tidak mau membantu dirimu sendiri.”

Perkataan sang ustadz tadi rupanya begitu mengena di hati pemuda itu. Tanpa pikir panjang lagi, ia pun segera mencukur rambutnya dan setelah itu ia kembali menemui sang ustadz, meskipun bisa diakui bahwa kepercayaan dirinya belum seratus persen tumbuh.

Setelah melihat pemuda tadi telah mencukur rambutnya sampai gundul, sang ustadz pun memutarkan sebuah film yang ada di laptopnya. Film itu berkisah tentang seorang pemuda juga. Namun bedanya, pemuda yang ada di film itu memiliki kekurangan fisik. Ia tak memiliki kedua lengan. Namun karena semangat dan perjuangannya, akhirnya dia bisa menunjukkan pada semua orang bahwa kekurangan yang ia miliki tidak menghalangi dia untuk meraih kesuksesan. Ia bisa menulis dan ia bisa melakukan berbagai hal layaknya orang normal pada umumnya. Namun hanya saja apa-apa yang ia lakukan bukan dengan menggunakan kedua lengannya karena memang ia tak punya itu.

Ya, kita sebagai manusia yang diberikan kesempurnaan fisik oleh Allah swt, terkadang sering melupakan hal itu. Kesempurnaan fisik yang kita peroleh adalah sebuah kelebihan yang kita miliki yang tidak dimiliki oleh mereka yang tidak sempurna fisiknya. Namun mengapa kita terlalu sering mengabaikan kelebihan itu dan lebih sering larut dalam kekurangan yang ada pada diri kita.

Kita sering menangis dan bersedih ketika teman-teman kita mempunyai sepatu baru sementara kita tidak memilikinya. Namun di sisi lain, banyak orang-orang yang menangis atau mungkin menjerit dalam hatinya karena bukan hanya sepatu baru yang tidak mereka miliki, namun kaki pun mereka tidak punya. Lalu siapa kita bila dibandingkan dengan mereka?? Kita masih memiliki tangan, kaki, dan fisik yang sempurna, sementara di bagian bumi Allah yang lain, masih banyak saudara-saudara kita yang tidak memiliki apa yang kita miliki.

Mengapa kita sering fokus pada kekurangan yang kita miliki namun lalai terhadap kelebihan yang dianugerahkan Allah untuk kita. Dan karena kita sibuk dengan kekurangan yang kita miliki, akhirnya potensi kelebihan yang ada pada diri kita pun semakin lama semakin kandas karena kita sudah terlalu lama membiarkan kelebihan itu terpuruk dalam dunianya sendiri.

Seekor burung tidak dapat mengubah arah angin, namun ia bisa mengubah arah sayapnya sehingga ia bisa terbang dengan lincah di langit sana dan bisa mengikuti kemana arah angin membawa serta dirinya. Kita pun sama selaku manusia yang diberi kelebihan akal, pikiran, dan fisik yang sempurna dari kedua makhluk lain ciptaan-Nya yaitu tumbuhan dan hewan. Kita tidak bisa merubah ketentuan dan ketetapan Allah, namun kita bisa merubah nasib kita menjadi lebih baik.

“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak mau merubah nasibnya sendiri”

Sukses bukan hanya diukur dari banyaknya harta yang kita miliki, namun sukses juga bisa dilihat dari segi usaha kita mengendalikan hidup yang kita miliki ke arah yang lebih baik. Mulai sekarang, tanamkan keyakinan pada diri kita bahwa setiap kita adalah penting. Karena dari masing-masing kita mempunyai potensi dan kesempatan yang sama yang Allah berikan kepada seluruh hamba-Nya. Hanya tinggal kemauan kita saja, apakah akan memanfaatkan potensi yang ada, atau malah justru menyibukan diri dengan kekurangan yang kita miliki??

Minimalkan kekurangan diri, dan maksimalkanlah kelebihan diri. Sebab setiap kita, adalah PEMENANG!!!! Orang-orang yang kalah adalah mereka yang sudah merasa tidak mampu terlebih dahulu, sebelum mereka mau mencoba suatu hal. Dan orang-orang yang menang adalah mereka yang selalu yakin bahwa dirinya bisa dan yakin bahwa Allah selalu ada untuk hamba-Nya yang selalu mau berusaha.

Bpk SBY, Presiden Remote Control


Bapak SBY, Presiden Remote Control

Written By Kabar PKS on Selasa, 18 Juni 2013 | 23.53

KabarPKS.com - Bandung - Tahun 2004 saat sering mengajar di masjid Rekindo di daerah TMP Kalibata, saya sangat akrab dengan Kopaja 57. Naik dari Cililitan dan turun di perempatan TMP Kalibata, dilanjut jalan kaki. Saat itu lagi hangat-hangat kampanye. Setiap kali mata saya tertuju pada stiker-stiker yang menjadi hiasan angkutan umum di Jakarta. Salah satu stiker itu adalah: SBY: Selamatkan Bangsa yang besar ini!

Ketika diundang menjadi muwajjih ahli di Yayasan Utsmaniyah Citeureup Bogor, tentang Politik dalam Maqashid Syar'iyyah. Saya sempat disemprot oleh para ummahat. Karena saya cenderung berpendapat "kritis" atas kebijakan partai-partai Islam (PBB-PPP-PKS) yang mendukung pasangan SBY-JK, dan tidak ke Amien Rais-Siswono. Walaupun saat putaran kedua, saya tetap memberikan pilihan ke Capres SBY, sang jenderal yang terzhalimi! Begitu kesannya saat itu.

Sekian tahun berjalan, hingga 2 periode kekuasaan pak SBY, saya mencatat hampir tak ada perkembangan positif selain dari kebanggaan saya memiliki Presiden yang gagah, tegap, fasih berbahasa Inggris, Jenderal bintang empat, dan mahir menyanyi.

Saya dan mungkin juga rakyat kebanyakan melihat, sosok SBY hanya menjadi pemimpin formalitas. Karena sejatinya, Presiden hakiki berada di balik layar. Seakan mampu menghipnotis dan menguasai jiwa bapak SBY. Hingga tak ada satu kebijakan pun kecuali atas restu sang remote control.

Tengok kasus Century. Triliyunan rupiah uang rakyat raib begitu saja. Belum kasus Hambalang, bahkan kasus BLBI, korupsi Mantan Presiden Soeharto tak kunjunga jelas. Malah bapak SBY seakan tersandera kasus Lapindo yang melibatkan ARB.

Saya kurang ahli tentang masalah ekonomi. Namun saya merasakan betapa bapak SBY tidak seperti di stiker Kopaja; Selamatkan Bangsa Yang besar ini! Malah justru pak SBY berada di pusaran masalah berikut;

1. Radikalisme yang tidak surut. Akibat dari gaya kepemimpinannya yang tak kunjung tegas, lugas, dan pantas. Membiarkan bibit-bibit radikalitas hingga merasuki unsur-unsur pemerintahan sendiri, para aparat yang jauh lebih radikal dari teroris itu sendiri.

2. Konflik kepentingan. Hanya di Indonesia dan ini terjadi saat Indonesia sudah merdeka 67 tahun, ada Presiden yang menjabat sebagai Ketum Partai, Dewan Kehormatan, Dewan Pembina. Belum lagi faktor keluarga, anak, istri, besan, hingga adik ipar. Padahal dahulu saat BJ Habiebie menjadi Presiden, rakyat -elemen tertentu- menolak kehadiran Ilham Habiebie di IPTN, padahal tak ada yang menyangsikan keahlian dan expert seorang Ilham Habiebie.

3. Ambivalensi aparat dan pejabat di era SBY lebih parah dibanding dengan era Gusdur sekalipun. Perhatikan sikap para pejabat bidang hukum dan ekonomi, mereka sibuk dengan hidden agenda masing-masing. Setiap Pepres/PP yang diteken SBY, hampir tidak dijalankan.

4. Gila hormat dan antikritik. Gaya Pak Harto dijiplak habis-habisan oleh Bapak SBY. Politik pencitraan. SBY dikesankan, "Sempurna! Tanpa cacat!". Maka laporan dan sikap ABS menjadi pilihan semua kalangan. Semua dijinakkan. Bahkan untuk menjinakkan kalangan penulis, undangan ke penulis-penulis kritis pun disebar. Terbukti, para penulis kritis itu sekarang diam membisu. Mungkin sudah cukup bangga mendapatkan cinderamata berupa gambar Istana Kepresidenan. Sedang untuk wartawan dan media massa, maka gratifikasi seks plus-plus menjadi alternatif. Semua agar pers terbungkam dan dikangkangi penguasa.

5. Visi kepemimpinan tentang penyelamatan bangsa sangat rapuh dan tidak jelas arahnya. Hal ini sangat nampak saat pemilu 2009 memilih Boediono. Sosok bermasalah dan sama sekali tak ada kreasi positif di 5 tahun menjadi Wapres. SBY meninggalkan JK, sang Ketum Golkar, menyingkirkan Prof. Yusril Ihza Mahendra, sang kreator koalisi, bahkan terakhir menistakan PKS, partai yang setia dan berjibaku dari awal. Semua dikarenakan ia khawatir ada pesaing dan merongrong wibawanya. Maka yang dibela adalah justru sosok-sosok yang diragukan visi kebangsaan dan niat baik menyelamatkan bangsa ini.

Ini kesan saya tentang Bapak SBY. Masih banyak kesan-kesan saya. Tapi biarlah yang lain ditulis lain waktu. Selamat menaikkan BBM, meningkatkan harga-harga, dan menurunkan harkat martabat kami sebagai rakyat. Saya tetap mendoakan semoga Pak SBY husnul khatimah. Semoga saja ada di antara anak cucu beliau yang nantinya menjadi penyelamat bangsa yang besar ini! Kendati namanya tidak SBY lagi! Saya pun tidak akan terlalu kritis, khawatir nanti diundang ke istana menjadi pembaca doa syukuran berakhirnya kekuasaan Bapak SBY! Titip salam saya bagi pemilik dan penggerak remote control ya pak!


Bandung, 18/06/13

By: Nandang Burhanudin, Lc
http://www.kabarpks.com/2013/06/bapak-sby-presiden-remote-control.html

Monday, 17 June 2013

Bpk Fikri Faqih mau jadi Bupati Kab. Tegal?

kemaren tanggal 16 Juni 2013, semua Pengurus DPD, DPC, DPRa se-kabupaten Tegal berkumpul untuk sosialisasi akan pencalonan Bpk Fikri Faqih (DPR JaTENG). dilihat dari keperluannya. beliau ingin mengukur sejauh mana kekuatan PKS di Kabupaten Tegal. Kita liht saja, apakah beliau akan mencalonkan diri atau tidak.. kami selaku DPRa Pacul menunggu Tugas ini. semoga kita semua bisa bergerak dengan penuh semangat. karena  kita bekerja dengan Cinta, Kerja dan Harmoni..AllahuAkbar

Saturday, 8 June 2013

Innalillahi Wa inna ilaihi rooji'uun bpk Taufiq Kemas telah meninggal Dunia


Innalillaahi Wa Inna Ilaihi Rooji'uun, Bpk.Taufiq Kiemas (Ketua MPR RI) Meninggal Dunia di Singapura

Written By Kabar PKS on Sabtu, 08 Juni 2013 | 22.18


KabarPKS.com - Jakarta - Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas, telah meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Singapura, Sabtu (8/6) malam. Seperti dilansir oleh Kompas.com, salah seorang staf Taufiq mengatakan Taufik meninggap dunia pada pukul 19.01 waktu Singapura (atau pukul 18.01 WIB).

Ketua DPP PDIP, Pramono Anung, dalam kicauannya di Twitter, Sabtu malam ini menulis bahwa Taufiq Kiemas telah meninggal dunia. " #Telah meninggal dunia Bapak Haji Taufiq Kiemas saat ini dan mohon diampuni seluruh kesalahan dan didoakan," tulis Pramono di akun Twitter-nya.

Taufik yang lahir di Jakarta, 31 Desember 1942, meninggalkan seorang istri Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala.

Sebelumnya diberitakan, Taufiq Kiemas, yang juga politisi senior PDI Perjuangan, tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura, Sabtu (8/6/2013).


Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pareira mengatakan, Taufiq telah menjalani perawatan di Singapura setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (1/6/2013). Peresmian dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945.(kompas/kabarpks)
http://www.kabarpks.com/2013/06/innalillaahi-wa-inna-ilaihi-roojiuun_8.html#.UbNLwZqzTL4.facebook

Friday, 7 June 2013

PKS Kembali Difitnah, Spanduk Provokasi Hasil Rekayasa Digital Beredar di Socmed



Written By Kabar PKS on Sabtu, 08 Juni 2013 | 00.25


KabarPKS.com - Jakarta - Di tengah gencarnya sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak kenaikan harga BBM, muncul spanduk palsu bernada provokasi menurunkan SBY-Boediono. Selain itu, di media sosial juga beredar foto rekayasa.


Hakim meminta masyarakat hati-hati jika menemukan spanduk PKS yang bernada provokasi. Spanduk yang disebar PKS lebih pada upaya sosialisasi kepada masyarakat terkait sikap penolakan kenaikan BBM. Jika ada spanduk turunkan SBY pasti bukan dari struktur dan kader PKS.

Sementara itu, foto yang menampilkan spanduk bertuliskan “Ayo Rakyat Gabung dengan PKS, Kita Lawan Rejim SBY Tolak Kenaikan Harga BBM, PKS Siap Keluar dari Koalisi Setan, PKS Sudah Tidak Butuh Jatah Menteri, Rejim SBY Jongos Zionis & Neolib” di depan kantor DPP PKS diketahui sebagai foto hasil rekayasa digital. 

Spanduk yang asli pada foto tersebut adalah ucapan “Selamat Datang KPK di DPP PKS.” Warga Jakarta yang lewat di depan kantor DPP Jalan TB Simatupang bisa membuktikan bahwa foto spanduk provokasi itu hanya fitnah terhadap PKS. [JJ/Kum/bsb/isl/kabarpks]

Wednesday, 5 June 2013

PKS Bekerja Sesuai dengan AMANAH Yang Diberikan


PKS Bekerja Sesuai Amanah yang Diberikan

Written By Kabar PKS on Rabu, 05 Juni 2013 | 21.11


KabarPKS.com - Pasuruan - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) solid dan konsisten dengan amanah yang diberikan. Para kader PKS yang duduk di parlemen komitmen membawa aspirasi masyarakat yang mayoritas menolak kenaikan BBM. Sedangkan untuk menteri-menteri dari PKS mendukung karena mereka adalah pembantu presiden, mendukung pemerintah adalah tugas dan kewajiban para menteri.

“Negara kita kan menganut presidensial, menteri-menteri itu wajib membantu presiden. Sementara kita di DPR harus menyerap aspirasi masyarakat,” kata Anis Matta di sela-sela silaturahim di Ponpok Pesantren Kramat (Bani Thoyib), Kraton, Pasuruan, Rabu (5/6/2013).

Sikap tegas Fraksi menolak kenaikan BBM adalah menjembatani aspirasi rakyat yang tidak menginginkan harga BBM naik.

“Survei menunjukan bahwa 85 persen penduduk menolak kenaikan BBM,” tandasnya.

Sedangkan sikap para menteri PKS yang memberi keterangan ke media-media bahwa mereka mendukung keputusan pemerintah menaikan harga BBM adalah tidak lain hanya menjalankan kewajibannya sebagai menteri.

"Menteri ya harus setuju, menteri harus nurut, kalau beda lucu dong. Menteri itu pembantu presiden," kata anggota Majelis Syuro PKS, Refrizal, dalam kesempatan sama.(dtk/kabarpks)